Santer Anggota DPRD Gresik Minta Jatah Rumah Harga Murah di The Oso, Begini Endingnya

Santer Anggota DPRD Gresik Minta Jatah Rumah Harga Murah di The Oso, Begini Endingnya Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir memimpin hearing gabungan komisi bersama manajemen pengembang Perumahan The Oso Kedamean dan instansi terkait. Foto: Ist.

Kelima, pengembang segera melengkapi dokumen UKL dan UPL.

Keenam, klarifikasi munculnya pemberitaan adanya oknum anggota DPRD meminta jatah rumah dengan harga murah di The Oso, karena terjadi kesalahpahaman.

"Permasalahan lain-lain soal oknum, tanda kutip, ini adalah murni kesalahpahaman. Mudah-mudahan ini menjadi klarifikasi kita semua. Kita di DPRD bersiap sedia membantu investasi masuk di proses izin lebih cepat. Lebih penting lagi, jangan sampai masyarakat jadi korban polemik pembangunan," kata Syahrul.

Menurut Syahrul, berita adanya oknum anggota dewan minta jatah rumah bermula dari sidak yang dilakukan oleh Komisi III menindaklanjuti aduan masyarakat.

"Sidak sebagai tindak lanjut aduan masyarakat soal drainase di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, menjadi dasar kita melakukan sidak," pungkasnya.

Sementara itu, CEO The Oso, Fathir, menegaskan bahwa polemik oknum anggota DPRD meminta jatah rumah dengan harga murah hanya kesalahpahaman.

"Hanya kesalahpahaman saja," tandasnya. (hud/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Viral! Video Manusia Menikahi Kambing di Gresik, Bupati Mengecam: Jahiliyah!':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO