Petugas saat mendatangi SDN Pasanggar 1, Pamekasan.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Polisi menindaklanjuti kasus dugaan keracunan makanan yang terjadi di SDN Pasanggar 1, Kecamatan Pegantenan. Diketahui, ada sekira 7 siswa yang diduga mengalami gejala mual dan muntah setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) yang dikelola SPPG Al-Bukhori Murtajih.
"Betul adanya telah beredar voice note, informasi yang memberitakan telah terjadi diduga keracunan setelah makan jatah dari MBG di SDN Pasanggar 1. Kami memerintahkan Kanitreskrim, Bhabinkamtibmas, serta anggota lainnya untuk mendatangi sekolah dan memeriksa langsung kondisi siswa," kata Kapolsek Pegantenan, Iptu Heri Siswanto, saat dikonfirmasi, Kamis (18/9/2025).
BACA JUGA:
- Kunker ke Pamekasan, Mensos Gus Ipul Bakal Evaluasi Usai Dugaan 40 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran
- Puluhan Aktivis Demo Korwil BGN Pamekasan Terkait Dugaan Rangkap Jabatan, ini Penjelasan Hariyanto
- Pemkot Kediri Tindaklanjuti Kasus Keracunan 73 Siswa Program MBG
- Pelantikan Dekopinda Pamekasan, Bupati Sebut Gelontorkan Hampir Rp2 M untuk UMKM dan Koperasi
Menurut keterangan pihak sekolah, 4 siswa mengalami muntah-muntah sekira pukul 09.00 WIB saat istirahat pertama. Namun, hasil pendalaman polisi menemukan keterangan tambahan dari siswa yang tidak masuk sekolah karena belum pulih, sehingga jumlah korban diperkirakan mencapai enam hingga tujuh anak.
"Gejala yang dialami rata-rata sama, setelah makan nasi dari MBG mereka merasa mual lalu muntah. Untuk kondisi korban, menurut orang tua tidak sampai dirawat di rumah sakit karena dianggap tidak terlalu parah," ucap Heri.
Dari hasil pemeriksaan, ia menyebut 3 siswa telah kembali masuk sekolah, sementara satu lainnya masih menjalani perawatan di rumah.
"Kondisinya sudah membaik, cukup sehat, dan sudah bisa diajak komunikasi, meski belum pulih sepenuhnya," tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




