Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Manager Comdev JIIPE Yudi Darjanto saat berdialog dengan warga. FOTO: ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ratusan masyarakat mendatangi kantor Pemkab Gresik, Senin (29/9/2025).
Mereka mengeluh kepada Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani mengenai terbatasnya lowongan kerja (Loker) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE).
BACA JUGA:
- Disnaker Lamongan Minta PT BMI Evaluasi Total K3 Usai Belasan Karyawan Diduga Keracunan Gas
- Pemkab Gresik Raih WTP ke-11 Berturut-turut, BPK Soroti Pentingnya Tata Kelola Bersih
- Bupati Gresik Tekankan Integritas Pengadaan Barang dan Jasa
- Izin PKL Kali Avoor di Driyorejo Gresik Disebut Sudah Kedaluwarsa Lebih dari Belasan Tahun Lalu
Mereka kemudian ditemui Gus Yani, sapaan akrab Fandi Akhmad Yani dan melakukan dialog dengan duduk di lantai teras kantor Pemkab Gresik.
Gus Yani lantas meminta perwakilan untuk menyampaikan keluhannya. Sutrisno, warga dari Kecamatan Manyar, menyampaikan kepada Bupati terkait banyaknya pabrik baru berdiri di kawasan JIIPE, namun banyak warga Gresik belum dapat kerja.
"Pak Bupati, kami sering dengar ada banyak pabrik baru berdiri di JIIPE. Tapi kenyataannya, banyak warga Gresik yang masih belum bekerja. Apakah benar kami diprioritaskan,?” tanya Sutrisno.
Gus Yani yang didampingi Kepala Disnaker Zaibul Arifin, merespons. Ia menyampaikan bahwa Pemkab Gresik terus berupaya maksimal agar warga asli Gresik mendapat kesempatan kerja di JIIPE.
"Mekanismenya kami lakukan melalui kerja sama dengan pemerintah desa dan sistem online Gresik Kerja yang terhubung dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Semua lowongan perusahaan ada di sana dan bisa diakses masyarakat," jelas Gus Yani.
Mendapat jawaban Gus Yani seperti itu, Nurhayati, warga lain langsung menimpali.
"Kalau online, banyak dari kami yang kesulitan. Kadang malah merasa dipersulit. Kami sudah melamar, tapi belum juga dipanggil," ungkapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




