Festival Tabebuya 2025 di Kota Batu.
Selama 2 hari pelaksanaan, festival menghadirkan berbagai kegiatan seperti defile dan pameran alutsista TNI, senam massal, pemeriksaan kesehatan gratis, atraksi seni dan budaya lokal, bazar UMKM, hiburan rakyat, serta doorprize menarik.
Sejak pagi, masyarakat tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Anak-anak terlihat gembira berfoto bersama peralatan tempur TNI yang dipamerkan di tengah deretan pohon Tabebuya di sepanjang Jalan Semeru.
Meski sebagian bunga telah berguguran akibat hujan, panorama Desa Pendem tetap memikat. Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuwono Effendi, menyebut pohon Tabebuya yang ditanam sejak 2019 kini menjadi identitas dan kebanggaan warga.
“Di Jalan Semeru ada sekitar 500 pohon Tabebuya yang membentang hampir satu kilometer. Fenomena mekar bunga ini biasanya hanya terjadi sekali setahun di akhir musim kemarau, menjadikan Desa Pendem sebagai destinasi menarik di Kota Batu,” tuturnya.
Pemkot Batu berharap Festival Tabebuya dapat memperkuat sinergi lintas instansi, dan mengukuhkan Kota Agropolitan sebagai kota wisata alam dan budaya.
“Festival Tabebuya adalah contoh nyata kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan TNI. Selain mempercantik wajah kota, kegiatan ini juga membawa dampak ekonomi bagi UMKM dan mempererat kebersamaan antar warga,” kata Onny. (asa/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




