Evakuasi terhadap korban ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Suara mesin alat berat dan komando petugas masih terdengar di lokasi reruntuhan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Minggu (5/10/2025) petang.
Di tengah tumpukan beton dan baja, semangat tim SAR gabungan tetap menyala, tak surut meski hari berganti. Sejak musibah terjadi, proses pencarian dan evakuasi korban terus dilakukan tanpa jeda.
Petugas gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan berjibaku mengangkat puing demi puing untuk menemukan korban yang tertimbun di bawah bangunan musala dan asrama santri.
Kasubdit Pengerahan dan Pengendalian Operasi Basarnas, Emi Freezer, menyebut evakuasi kali ini menjadi salah satu yang paling menantang sejak operasi dimulai sepekan lalu.
“Kami harus bekerja ekstra hati-hati karena banyak korban tertimbun material berat di bawah reruntuhan bangunan. Setiap puing kami angkat satu per satu, memotong rangka-rangka baja dengan sangat hati-hati, baru kemudian bisa mengevakuasi korban,” ucapnya.
Ia menjelaskan, penggunaan alat berat beberapa kali dihentikan karena kondisi lapangan dinilai berisiko tinggi. Petugas pun melanjutkan pekerjaan secara manual demi menjaga keselamatan tim.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




