FKUB saat menyelenggarakan Kegiatan Pendidikan Kader Penggerak Moderasi Beragama
Menurutnya, tujuan utama PKPMB adalah meningkatkan pemahaman pemuda terhadap nilai-nilai moderasi beragama serta membentuk kader muda yang dapat menjadi penggerak dan role model dalam merawat kerukunan antarumat beragama.
“Terakhir adalah menumbuhkan semangat kolaborasi pemuda lintas agama dalam mengatasi isu-isu intoleransi dan radikalisme,” tegasnya.
FKUB juga menargetkan peserta dari kalangan pemuda lintas agama, mahasiswa, aktivis organisasi kepemudaan, dan komunitas keagamaan berusia 17–40 tahun.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo, Aminudin menekankan bahwa moderasi beragama hanya dapat terwujud melalui wawasan keilmuan dan pengetahuan yang inklusif.
“Pemerintah Kota Probolinggo mendukung sepenuhnya setiap upaya yang dilakukan FKUB dalam membangun kehidupan beragama yang rukun, damai, dan saling menghormati. Kami percaya, kerukunan antarumat beragama adalah modal utama pembangunan daerah. Tanpa kedamaian dan toleransi, sulit bagi kita untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing,” ujar Aminudin.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk aktif menjadi duta moderasi beragama di lingkungan masing-masing. Baik di sekolah, kampus, tempat kerja, maupun komunitas.
“Mari kita jadikan Kota Probolinggo sebagai kota yang religius, toleran, dan harmonis, yang menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga kebersamaan di tengah keberagaman,” pungkasnya.
Sebagai tindak lanjut kegiatan, FKUB Kota Probolinggo akan membentuk Forum Kader Muda Penggerak Moderasi Beragama yang berfungsi sebagai wadah pembinaan berkelanjutan bagi alumni PKPMB sekaligus menjadi organ kepemudaan FKUB Kota Probolinggo. (ndi/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




