Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani didampingi Wabup Asluchul Alif dan Direktur Keuangan dan Umum PG Adityo Wibowo menggunting pita saat peresmian SPPG Dapur Hibrid di Yayasan PPNU Trate. Foto: Ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani didampingi Wakil Bupati, Asluchul Alif meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Hibrid di lingkungan Yayasan Perguruan Pendidikan Nahdlatul Ulama (PPNU) Trate, Senin (20/10/2025).
Acara tersebut juga dihadiri Direktur Keuangan dan Umum PT Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo.
BACA JUGA:
- Perkuat Regenerasi Petani dan Cetak Agripreneur, PG Beri Beasiswa 50 Siswa SMK Pertanian
- 53 Siswa SD Kota Kediri Diduga Keracunan MBG, Satgas Temukan Indikasi Pelanggaran SOP
- Kapolres Kediri Resmikan SPPG 3 di Lahan Polsek Kandat
- Sat Samapta Polres Ngawi Cek Keamanan SPPG Ketanggi, Pastikan Produksi MBG Sesuai SOP
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, Yayasan PPNU Trate, dan PT Petrokimia Gresik melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bupati Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasinya kepada PT Petrokimia Gresik atas kontribusinya dalam pembangunan SPPG hibrid di wilayah Gresik.
“Hari ini adalah hari yang kita tunggu bersama. Terima kasih kepada PT Petrokimia Gresik yang telah memberikan perhatian luar biasa terhadap program prioritas Presiden melalui CSR-nya,” kata Bupati.
Ia menambahkan, kehadiran dapur hibrid ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan dunia industri dalam menyiapkan generasi yang sehat dan cerdas.
“Kehadiran dapur hibrid ini adalah bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah dan industri untuk menyiapkan generasi yang sehat dan cerdas,” tandasnya.
Bupati yang disapa Gus Yani itu menjelaskan, istilah 'hibrid' dalam SPPG bukan sekadar nama, melainkan memiliki makna filosofis yang mencerminkan kolaborasi lintas sektor dan inovasi tata kelola.
“SPPG Hibrid hadir sebagai bentuk transformasi kantin sekolah menjadi dapur gizi. Dapur ini dibangun di dalam lingkungan pendidikan tanpa menghapus peran kantin yang sudah ada. Justru ditingkatkan menjadi ruang penyedia gizi yang terintegrasi,” jelasnya.
Klik Berita Selanjutnya






