Pemprov Jatim Deklarasikan Gerakan Digital Sehat Tanpa Judi Online

Pemprov Jatim Deklarasikan Gerakan Digital Sehat Tanpa Judi Online Tangkapan layar kegiatan Deklarasi dan Sosialisasi Pencegahan Judi Online yang digelar secara daring melalui Zoom

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi menegaskan, deklarasi ini bukan sekadar seremoni, tetapi gerakan moral dan edukatif untuk memperkuat ketahanan masyarakat di ruang digital.

“Ini bukan seremoni, tapi komitmen kolektif agar masyarakat mampu mengenali dan menolak praktik ,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Dedi Irwansyah menilai fenomena telah menjadi kerusakan sosial yang sistemik. 

“Hari ini kita sangat terbelalak melihat angka-angka transaksi dan dampaknya. Sejak awal tahun kami di Komisi A sudah menyerukan penanganan serius. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi juga merusak moral dan generasi muda kita,” tegasnya.

Ia menambahkan, kedaulatan digital harus menjadi agenda bersama. “Kita ingin berdaulat bukan hanya secara ekonomi, tapi juga di ruang digital. 

Penanggulangan bukan hanya kerja Komdigi, tapi kerja pentahelix — pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media,” ujarnya.

Deklarasi serentak ini diikuti lebih dari 1.000 peserta dari berbagai unsur, mulai ASN, organisasi perempuan, pemuda, Pramuka, Relawan TIK, hingga Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) di 38 kabupaten dan kota. 

Para peserta turut membacakan Ikrar Melawan Judi Online dan Judi Offline sebagai bentuk komitmen menjaga ketertiban serta keamanan digital di lingkungan masing-masing.

Melalui gerakan ini, Pemprov berharap terbentuk budaya digital yang sehat, beretika, dan produktif di seluruh lapisan masyarakat.(asa/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video ' Harga Sembako di Jawa Timur Meningkat Drastis Mulai Desember 2025':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO