Petrokimia Gresik Tegaskan Komitmen Dekarbonisasi Lewat Strategi ini pada Forum COP3 di Brazil

Petrokimia Gresik Tegaskan Komitmen Dekarbonisasi Lewat Strategi ini pada Forum COP3 di Brazil Petrokimia Gresik saat memaparkan dekarbonisasi melalui strategi ekonomi sirkular di Forum Perubahan Iklim Dunia COP3 di Brazil. foto: ist.

Ia menambahkan, dampak positif yang dihasilkan dari strategi ini meliputi peningkatan kualitas lingkungan, penurunan potensi risiko kesehatan dan keselamatan kerja, serta terciptanya lingkungan kerja yang lebih nyaman dan kondusif.

Sementara itu, SVP Teknologi, Bambang Ariwibowo, merincikan implementasi strategi tersebut, antara lain melalui optimalisasi gipsum, produk samping dari proses produksi, untuk diolah lebih lanjut, pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA), pemanfaatan Karbon Dioksida (CO2) untuk produksi dry ice dan lainnya.

"Kami memaksimalkan seluruh potensi produk samping agar tidak terbuang, melainkan diubah menjadi bahan baku atau energi alternatif yang mendukung efisiensi dan keberlanjutan operasional kami," jelas Bambang.

Salah satu inovasi signifikan adalah pemanfaatan FABA sebagai bahan baku pengisi (filler) pupuk NPK, menggantikan clay (tanah liat).

Berdasarkan hasil uji coba, penggunaan FABA sebagai pengganti clay dalam pupuk NPK terbukti tetap memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Aplikasi pupuk NPK dengan FABA pada tanaman padi juga menunjukkan kualitas hasil yang setara dengan pupuk NPK tanpa FABA.

Bahan baku filler pupuk NPK umumnya adalah white clay yang didapatkan melalui proses penambangan. Dengan memanfaatkan FABA yang merupakan limbah padat, tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan tambang baru, tetapi juga meningkatkan efisiensi produksi secara berkelanjutan.

"FABA memiliki karakteristik dan kandungan yang setara dengan clay. Inovasi ini secara langsung meningkatkan daya saing pupuk NPK yang kami produksi, sehingga manfaatnya juga optimal dirasakan oleh petani sebagai konsumen utama kami," tutup Bambang.

merupakan pertemuan global paling krusial mengenai perubahan iklim. Indonesia menjadi salah satu negara yang berpartisipasi aktif dalam gelaran di , yang dihadiri oleh perwakilan berbagai negara dan diperkirakan diramaikan sekitar 50.000 pengunjung.

Dalam forum bergengsi ini, hadir sebagai salah satu wakil industri pupuk dari Indonesia yang mampu menunjukkan implementasi nyata transisi hijau di tanah air. (hud/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO