Gubernur Khofifah saat meninjau salah satu stan dalam Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Sulawesi Tenggara di Kendari.
Sementara itu, Sumber Coffee Kawi milik David Firdaus dari Blitar juga mencatatkan penjualan tinggi dan menerima permintaan informasi produk dari buyer lokal.
Ketiga pelaku UMKM ini merupakan nasabah program KUSUMA (Kredit Untuk Semua Usaha Masyarakat) yang memberikan akses permodalan hingga Rp 200 juta dengan jangka waktu sampai 8 tahun.
Sementara itu, Direktur Utama PT BPR Jatim, Irwan Eka Wijaya, menegaskan bahwa misi dagang merupakan langkah strategis mendorong UMKM naik kelas.
“Kami tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga membuka akses pasar. Ini bagian dari komitmen BPR Jatim untuk memperkuat daya saing UMKM,” tuturnya.
Keberhasilan ini memperkuat peluang UMKM binaan BPR Jatim untuk memperluas jaringan pemasaran dan meraih kerja sama baru di kawasan Indonesia timur.
Pemprov Jatim menyebutkan transaksi misi dagang Jatim–Sulawesi Tenggara menorehkan capaian positif dengan nilai tembus Rp 1,048 triliun. Misi dagang tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Khofifah bersama Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




