Kepala BPJS Kesehatan cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo (kanan).
GERSIK, BANGSAONLINE.com – Kepala BPJS Kesehatan cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo menanggapi serius praktik kecurangan seperti manipulasi klaim maupun penyimpangan prosedur yang tidak sesuai indikasi medis. Hal ini ditujukan untuk menjaga kualitas layanan kesehatan dan keberlanjutan Program JKN.
“Maka dari itu, integritas menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan Program JKN. Apabila terjadi fraud, dampaknya tidak hanya merugikan sistem, tetapi juga dapat memengaruhi mutu layanan. Karena itu, pencegahan fraud bukan hanya menjadi tugas BPJS Kesehatan, namun menjadi tugas bersama,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).
BACA JUGA:
- Peserta JKN dari Mojokerto ini Rasakan Manfaat BPJS Kesehatan PBI
- Peserta JKN Mojokerto dari Mojokerto ini Rasakan Manfaat Program Rujuk Balik
- Petugas MBG di Gresik Dijamin BPJS Kesehatan, Keluarga Inti Ikut Terlindungi
- BPJS Kesehatan Gandeng Kejari Kota Kediri Tingkatkan Kepatuhan Badan Usaha Peserta JKN
BPJS Kesehatan menerapkan tiga pilar utama dalam menangani fraud, yakni pencegahan, deteksi, dan penanganan. Pada pilar pencegahan, BPJS Kesehatan mengembangkan kebijakan antifraud, membangun budaya dan tata kelola yang menjunjung integritas, serta meningkatkan kapasitas SDM agar mampu memahami dan mengidentifikasi potensi kecurangan sejak dini.
“Sementara pada tahap pilar deteksi, pemanfaatan teknologi analitik data dan early warning system menjadi alat penting untuk menemukan pola klaim bermasalah secara lebih cepat dan akurat. Verifikasi pascaklaim dan audit administrasi juga rutin kami lakukan untuk memastikan setiap layanan yang ditagihkan sesuai prosedur yang ada,” paparnya.
Kemudian pada pilar penanganan, Janoe menyebut pihaknya memperkuat koordinasi lintas lembaga agar setiap dugaan kecurangan dapat diselesaikan secara efektif dan sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku. Menurut Janoe, kolaborasi merupakan kunci dalam memerangi fraud.
“Tidak hanya antarinstansi, tetapi juga melibatkan profesi kesehatan. Konferensi ini akan menjadi wadah berbagi pengalaman terbaik dan bentuk komitmen Indonesia untuk memperkuat ekosistem JKN yang bersih, akuntabel, dan berkelanjutan,” ungkap Janoe.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





