Pahala Nainggolan: Digitalisasi dan Kolaborasi Kunci Cegah Fraud JKN

Pahala Nainggolan: Digitalisasi dan Kolaborasi Kunci Cegah Fraud JKN Masyarakat saat menerima pelayanan dari salah satu petugas BPJS Kesehatan.

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Upaya mencegah kecurangan atau fraud dalam program atau Jaminan Kesehatan Nasional tidak bisa berhenti pada satu langkah saja. Pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah, Kesehatan, fasilitas kesehatan, akademisi, hingga sektor swasta. 

Hal tersebut disampaikan mantan Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan, saat diwawancarai melalui sambungan telepon, Sabtu (29/11/2025).

Pahala menegaskan, di tengah besarnya jumlah peserta yang mendekati 300 juta jiwa, diperlukan sistem yang kuat dan adaptif terhadap perubahan.

“Digitalisasi memang penting, apalagi berkaitan dengan data yang sedemikian besar, melibatkan hampir 300 juta orang. Pemanfaatan artificial inteligence bisa mendukung pengelolaan data menjadi lebih efektif dan transparan. Namun semua digitalisasi pasti memiliki celah," ucapnya. 

"Praktiknya di lapangan, oknum-oknum pelaku fraud juga terus bergerak semakin canggih. Karena itu, upaya pencegahan dan pendeteksian fraud pun harus selalu dimodifikasi. Pengembangan sistem digitalisasi jangan pernah berhenti supaya tidak diakali,” imbuhnya.

Ia menekankan, pengendalian fraud tidak bisa ditopang hanya oleh Kesehatan atau regulator semata. Diperlukan kolaborasi yang solid dari berbagai pihak untuk mengantisipasi potensi kecurangan.

Kesehatan dan pemerintah perlu melibatkan banyak pihak, mulai dari mitra fasilitas kesehatan, asuransi swasta, hingga akademisi untuk bisa memberikan sudut pandang yang komprehensif. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan upaya pencegahan fraud dalam Program dapat berjalan dengan kian optimal,” ujarnya.

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO