Aang Khunaifi (41), peserta JKN asal Kecamatan Manyar, Gresik.
Komunitas pasien hemodialisa di RS Semen Gresik rutin mengadakan pertemuan untuk saling memberi motivasi dan mengingatkan pentingnya kedisiplinan terapi. Kegiatan ini membuat pasien merasa lebih kuat dan tidak sendirian menghadapi penyakit kronis.
Di sisi lain, Program JKN menjadi pilar utama yang memungkinkan pasien seperti Aang menjalani terapi rutin tanpa terbebani biaya.
“JKN sangat membantu. Saya bisa fokus berobat tanpa harus memikirkan biaya yang besar,” kata Aang.
Ia menambahkan, sistem layanan JKN kini lebih efisien berkat digitalisasi melalui aplikasi.
“Dari mulai pendaftaran hingga kontrol terapi sudah jadi satu, semua ada di aplikasi. Kalau dulu harus berangkat subuh buat ambil antrean, sekarang sudah online semua lewat Aplikasi Mobile JKN,” imbuhnya.
Aang berharap keberlangsungan Program JKN terus diperkuat karena manfaatnya nyata bagi jutaan pasien kronis di Indonesia.
“Dengan adanya JKN dan komunitas ini, saya merasa lebih kuat. Selain itu juga lebih semangat menjalani banyaknya perubahan gaya hidup, mulai dari yang sebelumnya dianjurkan minum banyak air sekarang harus dibatasi, hingga pembatasan konsumsi buah dan sayur yang dulu malah disarankan. Komunitas dan JKN adalah alasan saya tetap bertahan sampai saat ini,” paparnya. (red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




