BPS Pamekasan
PAMEKASAN,BANGSAONLINE.com -BPS Pamekasan merilis data kemiskinan Maret 2025 yang menunjukkan angka kemiskinan menurun, tetapi tingkat kedalaman dan keparahannya justru meningkat.
Kepala BPS Pamekasan, Parsad Barkah Pamungkas, menjelaskan bahwa persentase penduduk miskin kini berada di angka 12,77 persen, turun dari 13,41 persen pada Maret 2024.
BACA JUGA:
- Sidak RSUD Smart, Bupati Pamekasan Tegaskan Layanan Kesehatan Optimal
- Tingkatkan Kapasitas Relawan, FRPB Pamekasan Ikuti Pelatihan Dukungan Psikologis Awal
- Bani Insan Peduli Kucurkan Rp2 M untuk Program Kemandirian Warga Binaan Lapas Pamekasan
- Geser Surabaya, Pamekasan Jadi Terbaik di Jatim dalam Perencanaan Tenaga Kesehatan
Penurunan itu juga terlihat secara absolut, di mana jumlah penduduk miskin turun dari 123,46 ribu jiwa menjadi 118,52 ribu jiwa.
“Penurunan ini menandakan adanya perbaikan kesejahteraan masyarakat, terutama dari sisi kemampuan memenuhi kebutuhan dasar,” ujarnya.
Namun Parsad mengingatkan bahwa Pamekasan masih menghadapi tantangan serius dalam penanganan kemiskinan.
Garis Kemiskinan tercatat naik menjadi Rp 482.278 per kapita per bulan atau meningkat 3,16 persen dari tahun sebelumnya.
“Kenaikan garis kemiskinan menunjukkan bahwa biaya untuk memenuhi kebutuhan minimum masyarakat juga meningkat. Ini harus menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan sosial ekonomi,” katanya, Jumat (12/12/2025).
Dua indikator lain yang turut menguatkan kekhawatiran adalah Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) yang naik dari 1,05 menjadi 1,45 dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) yang meningkat dari 0,14 menjadi 0,24.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




