JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Sekelompok hacker yang menamakan dirinya ShinyHunters mengklaim telah meretas 200 juta data pengguna PornHub Premium.
Data yang mencapai 94 gigabyte berisi informasi sensitif itu, digunakan untuk upaya pemerasan.
BACA JUGA:
- Viral Video Panas Daster Pink Sidoarjo, Polda Jatim Amankan Pemeran Pria
- Satpol PP Kota Batu Bakal Razia Judi Online dan Video Porno ke Pelajar Tingkat TK hingga SMA
- Polres Magetan Buru Pelaku Penyebaran Video Asusila Anak di Bawah Umur
- Sering Melihat Video Porno di X, Anak Usia 12 Tahun di Surabaya Cabuli Adik Tirinya
Menurut pada hacker tersebut, mencakup alamat email, riwayat pencarian, aktivitas menonton dan mengunduh video, judul video, kata kunci, stempel waktu hingga perkiraan lokasi pengguna.
Data ini, memungkinkan hacker mengetahui kebiasan pengguna melakukan apa saja di halaman tersebut.
Pornhub, yang dikenal sebagai salah satu situs dewasa terbesar di dunia, menegaskan bahwa kebocoran data tersebut tidak berasal dari sistem internal mereka.
Dalam pernyataan resminya, Pornhub menyebutkan bahwa data tersebut diduga berasal dari Mixpanel, perusahaan analitik pihak ketiga yang sebelumnya digunakan Pornhub, namun sudah dihentikan sejak 2021.
Hal ini mengindikasikan bahwa data yang terekspos kemungkinan merupakan data lama. Meski demikian, bagi banyak pengguna, informasi aktivitas digital beberapa tahun lalu tetap dianggap sama sensitif dan memalukan dengan data terbaru.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




