Dihajar Pasuruan United 3-0, Laju Persatu Tuban di Liga 4 Piala Gubernur Jatim Terhenti

Dihajar Pasuruan United 3-0, Laju Persatu Tuban di Liga 4 Piala Gubernur Jatim Terhenti Pemain Pasuruan United saat menggiring bola mendapat kawalan ketat dari pemain Persatu Tuban.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Persatu Tuban harus menerima kenyataan pahit dalam lanjutan Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026. Menjamu Pasuruan United di Stadion Tuban Sport Center (TSC), Jumat (9/1/2026), tim berjuluk Laskar Ronggolawe ini takluk dengan skor telak 0-3.

Kekalahan di depan publik sendiri ini membuat manajemen dan tim pelatih Persatu Tuban menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter serta masyarakat Tuban.

Jalannya Pertandingan

Laga yang dipimpin wasit Sugeng Riyanto asal Jombang ini berlangsung sengit sejak menit awal. Namun, konsentrasi tuan rumah buyar saat Pasuruan United mencetak gol cepat melalui Miftahul Husen (nomor punggung 10) saat laga baru berjalan 1 menit 43 detik.

Tertinggal satu gol, mental Persatu tampak goyah. Keunggulan tim tamu bertambah pada menit ke-32 melalui eksekusi penalti Rico Ardiansyah (9).

Jelang turun minum, Pasuruan United semakin menjauh lewat gol Ahmad Burhanudin (8) di menit ke-44. Skor 0-3 menutup babak pertama.

Memasuki babak kedua, Persatu Tuban mencoba bangkit. Harapan sempat muncul saat Pasuruan United harus bermain dengan 10 orang setelah Dila Maulana (16) diganjar kartu merah oleh wasit pada menit ke-61.

Unggul jumlah pemain, Persatu mengurung pertahanan lawan. Peluang emas untuk memperkecil ketertinggalan datang di menit ke-90 setelah tuan rumah mendapat hadiah penalti. Namun sayang, Rio (36) yang maju sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 0-3 untuk kemenangan Pasuruan United tetap tidak berubah.

Pelatih Persatu Tuban, Slamet Sampurno, mengakui absennya pilar kunci menjadi kendala besar bagi timnya.

"Saya mohon maaf kepada masyarakat Tuban. Absennya beberapa pemain kunci membuat kami kesulitan. Gol di awal yang begitu cepat membuat mental para pemain down, sekali lagi kami mohon maaf," ungkap Slamet.

Di kubu lawan, kepala pelatih Pasuruan United, Bio Paulin Pierre, mengaku bangga dengan kedisiplinan anak asuhnya. Eks penggawa Timnas Indonesia ini memuji kerja keras tim yang berhasil menjalankan instruksinya dengan sempurna.

"Saya melihat para pemain memiliki potensi besar. Kami juga respek kepada lawan, ini sepak bola, hari ini kami beruntung. Semoga ke depan bisa lolos ke tingkat nasional. Ini hasil kerja keras tim," tutur Bio Paulin.