Spiderman saat membagikan program MBG atau makan bergizi gratis di MI Bustanul Ulum, Jombang.
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Suasana pagi di MI Bustanul Ulum, Desa Bakalan, Kecamatan Sumobito, mendadak riuh oleh sorak-sorai ratusan siswa, Senin (12/1/2026).
Kehadiran armada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang membawa program MBG atau Makan Bergizi Gratis kali ini terasa berbeda.
BACA JUGA:
- Lantik Pengurus Anak Cabang se-Pasuruan Raya, Sekretaris DPD PDIP Jatim Singgung soal MBG
- Menham Pigai Soroti Dugaan Keracunan MBG di Surabaya, SPPG Dinilai Layak Dihentikan
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Petaka! Ratusan Siswa dari 12 Sekolah di Surabaya Keracunan MBG dari SPPG Tembok Dukuh
Sosok Spiderman muncul, bukan untuk melawan penjahat, melainkan menjalankan misi kemanusiaan memastikan anak-anak terpenuhi gizinya.
Sejak mobil pengantar tiba di gerbang sekolah, sosok berkostum merah-biru itu berdiri gagah di atas kendaraan, menyapa para siswa layaknya adegan film laga.
Di balik topeng Spiderman, ternyata ada Ibnu Mustafa Salahuddin (25), driver pengantar MBG dari SPPG Budug. Ia sengaja mengenakan kostum tersebut untuk menghibur sekaligus memberi edukasi agar anak-anak lebih bersemangat menyantap makanan sehat.
"Tujuannya supaya anak-anak senang dan makan dengan lahap. Jika suasana hati mereka gembira, harapannya asupan gizi terserap maksimal sehingga mereka lebih cerdas," akunya.
Meski harus menahan panas di dalam kostum ketat sepanjang rute distribusi ke 14 sekolah, Ibnu mengaku puas melihat antusiasme siswa. Ia bahkan menceritakan pengalaman unik saat dikerubungi anak-anak yang penasaran ingin melihat wajah aslinya.
Sementara itu, Kepala MI Bustanul Ulum, Bumunziyati, mengaku terkejut sekaligus mengapresiasi inovasi tim pengantar MBG. Menurutnya, kehadiran figur superhero sangat efektif membangun suasana positif di sekolah.
"Ini juga meningkatkan semangat belajar siswa kami. Karena dengan ini siswa menjadi sangat bahagia. Mereka bersalaman dan melakukan 'tos' dengan pahlawan idola mereka," tuturnya.
Ia berharap, ide kreatif seperti ini terus berlanjut dengan menghadirkan berbagai karakter unik agar anak-anak semakin rajin bersekolah dan semangat belajar.
Momen sederhana di Sumobito ini membuktikan bahwa pemenuhan gizi bukan hanya soal nutrisi fisik, tetapi juga kebahagiaan psikologis bagi generasi penerus bangsa. (aan/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




