Perlintasan sebidang yang ditutup petugas. Foto: KAI
BANGSAONLINE.com - KAI menutup 316 perlintasan sebidang rawan kecelakaan di berbagai daerah sepanjang tahun lalu. Langkah tersebut terlaksana berkat kolaborasi erat antara KAI, pemerintah, kepolisian, dan pihak keamanan terkait.
Selain penutupan perlintasan, KAI juga gencar melakukan edukasi keselamatan kepada masyarakat. Sepanjang 2025, tercatat 2.016 kegiatan sosialisasi keselamatan digelar di sekitar jalur kereta api.
“Kami mengajak masyarakat untuk berhenti sejenak di palang pintu, mematuhi rambu, dan menunggu hingga benar-benar aman sebelum melintas. Tindakan sederhana ini adalah bentuk kepedulian terhadap diri sendiri, keluarga, dan sesama pengguna jalan,” kata VP Corporate Communication KAI, Anne Purba.
KAI juga melaksanakan 212 program edukasi di sekolah, memasang 687 spanduk keselamatan di lokasi strategis, serta menertibkan 52 bangunan liar yang berpotensi mengganggu perjalanan di area Ruang Manfaat Jalur Kereta Api (RUMAJA).
“Penertiban kami lakukan dengan pendekatan humanis dan kolaboratif. Tujuan utamanya adalah menciptakan ruang yang aman dan tertib bagi semua, bukan sekadar menegakkan aturan,” ucap Anne.
Manajemen KAI turut menjalin hubungan dengan 56 komunitas pecinta kereta api yang memiliki 6.455 anggota terdata. Ribuan anggota komunitas ini aktif dalam 1.509 kegiatan kampanye keselamatan publik di lingkungan perkeretaapian nasional.
“Kami percaya, budaya selamat tumbuh dari kebiasaan baik yang dilakukan bersama. Tidak menerobos palang pintu, tidak melintas di jalur rel, dan menjaga area sekitar rel tetap tertib adalah kontribusi nyata masyarakat bagi keselamatan,” urai Anne.
Upaya berkelanjutan ini menjadi komitmen KAI untuk menghadirkan layanan transportasi yang aman bagi seluruh pelanggan.
“Keselamatan adalah wujud kepedulian. Dengan tertib hari ini, kita menjaga masa depan yang lebih aman untuk semua,” kata Pejabat Yang Melaksanakan Tugas (PYMT) Executive Vice President of Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudyo. (rom)






