Satu Abad NU: 31 Januari 2026

Satu Abad NU: 31 Januari 2026 Aguk Irawan MN. Foto: dok pribadi

Namun, apa arti seabad jika ia hanya menjadi seremonial belaka? Tantangan di abad kedua ini jauh lebih rumit daripada sekadar menghadapi modernis atau kolonial. Kita hidup di masa di mana "kebenaran" mudah pecah menjadi serpihan-serpihan media sosial.

Eksklusivisme global menggoda, kolonialisme gaya baru dan zionisme menawarkan semu jargon perdamaian dunia, di tengah genosida dan penindasan. NU, di abad keduanya, dihadapkan pada pertanyaan: bagaimana merawat tradisi di dunia yang tak lagi menghargai durasi?

NU dituntut untuk bergerak melampaui seremoni, meju transformasi umat yang nyata. Tantangannya adalah menjawab masalah besar masia—teknologi, keadilan ekologis, dan kemasiaan—tanpa kehilangan akarnya di pesantren.

Di abad kedua ini, NU tidak boleh hanya menjadi penjaga masa lalu. Ia harus menjadi arsitek masa depan, tempat "tradisi" bukan lagi sekadar fosil, melainkan rujukan yang bernapas.

Maka, 31 Jaari 2026 bukanlah sebuah titik finis. Ia adalah koma. Sebuah jeda untuk merapikan sarung, mengambil wudhu, dan kembali melangkah ke tengah gelanggang peradaban yang riuh. Selamat harlah. Semoga NU kian jaya dan manfaat buat umat. Amin.

Pelis merupakan tokoh agama dan sastrawan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Gila NU dan Orang NU Gila, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (16)':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO