Pelantikan PC PMII Kabupaten Pasuruan.
“PMII kami harapkan menjadi mitra kritis yang konstruktif, memberi masukan, kritik, sekaligus solusi atas persoalan daerah,” ucapnya.
Ketua Kopri PC PMII Pasuruan, Iradatus Sholiha, menyoroti ketimpangan yang dialami perempuan, mulai dari eksploitasi pekerja industri, beban ganda ekonomi, hingga rendahnya partisipasi dalam pengambilan keputusan.
“Kopri hadir untuk memastikan suara perempuan tidak lagi dipinggirkan. Kami ingin menjadi kader yang berani berpikir, bersikap, dan menolak segala bentuk ketidakadilan,” tuturnya.
Dari tingkat wilayah, PKC PMII Jawa Timur melalui Sakinah Ayu Ningtias mengingatkan agar kader tidak terjebak pada wacana semata.
“Tugas kader adalah terjun ke masyarakat, memberi dampak nyata, dan menjadikan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi,” ujarnya.
Pengurus Besar PMII yang diwakili Bendahara Kopri PB PMII menyoroti krisis jati diri generasi muda di era modernitas.
“Menuju Indonesia Emas 2045, kader PMII harus kembali pada tujuan dasar: membentuk pribadi muslim yang bertaqwa, berbudi luhur, berilmu, dan bertanggung jawab. Urutan nilai ini tidak boleh dibalik,” paparnya. (maf/par/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




