Rapimkab Kadin Sidoarjo.
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sidoarjo menggelar Rapat Pimpinan Kabupaten (Rapimkab) pada Rabu (11/2/2026) malam. Dengan tema 'Kadin Berdaya, Ekonomi Digdaya', agenda tersebut menegaskan komitmen Kadin untuk menjadikan Kota Delta sebagai kekuatan ekonomi baru di Jawa Timur.
Ketua Kadin Sidoarjo, Ubaidillah Nurdin, menekankan bahwa makna 'berdaya' bukan sekadar eksistensi organisasi, melainkan kemandirian intelektual dan inovasi nyata.
“Menjadi berdaya bukan sekadar eksistensi struktural, melainkan manifestasi dari kemandirian intelektual dan inovasi. Sidoarjo bukan lagi sekadar penyangga ibu kota provinsi Jawa Timur. Sidoarjo adalah episentrum,” ucapnya.
Rapimkab kali ini memfokuskan program pada pelaksanaan TKDN, penguatan vokasi, serta pelatihan peningkatan kualitas SDM. Kadin Sidoarjo juga berupaya menghadirkan manfaat konkret bagi anggota melalui fasilitasi sertifikasi gratis.
“Kita upayakan sertifikasinya bisa gratis bagi anggota Kadin, supaya benar-benar ada manfaatnya,” kata Ubaidillah.
Hubungan Kadin Sidoarjo dengan pemerintah daerah setempat disebut harmonis, ditunjukkan dengan berbagai kolaborasi, termasuk pelatihan ekspor, program ketenagakerjaan, hingga kegiatan sosial. Salah satu capaian strategis adalah terbitnya Surat Edaran Bupati yang mewajibkan pelaku usaha memiliki KTA Kadin.
Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo, terdapat 6.000-10.000 perusahaan menengah dan besar di Sidoarjo, ditambah puluhan ribu usaha mikro dan kecil. Namun, anggota Kadin Sidoarjo baru sekitar 340 perusahaan.
Ubaidillah menilai hal ini menunjukkan ruang penguatan organisasi masih sangat besar. Kadin Sidoarjo juga mendukung rencana pembangunan yang mengutamakan kontraktor lokal.
“Kalau ada orang Sidoarjo yang mampu, seyogyanya ya orang Sidoarjo saja. Bukan anti orang luar, tapi kalau lokal bisa, kenapa tidak?” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menekankan pentingnya fokus pada perdagangan dan investasi. Ia mendorong pembentukan rumah kurasi di Sidoarjo sebagai pusat pendampingan produk berstandar ekspor.
“Rumah kurasi itu standarnya standar ekspor. Mendampingi kualitas dan mencarikan pasar ke luar negeri,” tuturnya.
Dengan UMK yang relatif tinggi, Adik memprediksi Sidoarjo akan berkembang ke arah industri berteknologi tinggi dan ramah lingkungan.
“Kalau ke depan industrinya high technology atau green industry, maka Kadin Sidoarjo harus menyiapkan SDM melalui pelatihan dan pemagangan,” pungkasnya.
Rapimkab ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus proyeksi masa depan ekonomi Sidoarjo, dengan kolaborasi antara Kadin, pemerintah daerah, dan pelaku usaha untuk menjadikan Kota Delta pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur. (cat/mar)








