Rakor Operasi Ketupat Semeru Polda Jatim, Gubernur Khofifah Pastikan Kesiapan Sejumlah Sektor

Rakor Operasi Ketupat Semeru Polda Jatim, Gubernur Khofifah Pastikan Kesiapan Sejumlah Sektor

Gubernur Khofifah juga meminta layanan kesehatan juga menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Gubernur Khofifah menyebut Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menyiapkan 343 dokter, 5.172 perawat, 44 nakes tradisional, dan 2.852 driver ambulan.

"Selain itu juga dibutuhkan pemetaan titik titik rumah sakit untuk rujukan terdekat, karena ketika panik biasanya akan terjadi kebingungan, maka disediakan _public savety center_ di 119," terangnya.

Gubernur Khofifah juga menegaskan beberapa pihak juga harus turut memberikan perhatian pada arus mudik Idul Fitri 1447 H. Pihak-pihak tersebut antara lain jasa raharja, PVMBG, Petamina, dan BMKG.

"Kemudian Pertamina mungkin dari Patra Niaga juga harus memberikan informasi dan komunikasi secara komprehensif kepada masyarakat terkait ketersediaan LPG 3 Kg, dan BBM, ini penting sekali ," tegasnya.

"PVMBG juga harus memberikan atensi bagaimana kemungkin awan panas guguran Semeru, lalu BMKG juga terkait bagaimana pemetaan titik OMC dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri, saya rasa harus dilakukan sebelum tanggal 17 Maret," tuturnya.

Pada Rakor Lintas Sektoral ini, Gubernur Khofifah juga menekankan beberapa hal yang harus menjadi fokus pada arus mudik dan balik pada tahun 2026. 

Di antaranya pengamanan jalur mudik dan titik-titik rawan kemacetan maupun kecelakaan, kesiapan transportasi serta rekayasa lalu lintas guna memastikan kelancaran arus kendaraan.

"Saya berharap seluruh jajaran dapat mempersiapkan langkah-langkah strategis secara matang, sehingga pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 dapat berjalan secara optimal, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Timur," pungkasnya (dev/van)