GM of SHE SIG, Harry Ghautama (tengah) menerima piagam penghargaan predikat Excellent untuk kategori Perusahaan Manufaktur dari Managing Director SPOT Corporate Communication (SWA Media Group), Teguh Poeradisastra pada ajang Indonesia Best Companies In HSE Implementation 2026.
Untuk meningkatkan dan memperkuat upaya tersebut, SIG mendorong transformasi menuju Visible- Felt Safety Leadership (VFSL).
Di mana kepemimpinan dalam keselamatan tidak hanya terlihat, tetapi juga dirasakan kepeduliannya oleh pekerja.
Hal ini bertujuan untuk membangun kepercayaan, memperkuat kolaborasi, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap keselamatan.
Penerapan aspek K3 di SIG juga diperkuat melalui berbagai upaya, antara lain penguatan Corporate Life Saving Rules (CLSR) yang lebih implementif melalui New CLSR: Safety Golden Rules dan CLSR IP,
Standarisasi Pedoman SMK3 dan Prosedur Health & Safety, Standarisasi Praktik K3, program Safety Academy dan pelaporan K3 melalui aplikasi SHESIG bagi seluruh Insan SIG Group, pelaksanaan SHE Leader’s Talk melalui webinar, serta penerapan CSMS (Contractor Safety Management System) kepada semua kontraktor.
Vita menambahkan, bahwa budaya K3 berangkat dari kesadaran bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari masing-masing individu dan merupakan kebutuhan bersama.
"SIG berkomitmen untuk menempatkan K3 sebagai nilai utama pada setiap tahapan operasi di semua level organisasi dalam Perusahaan yang tidak hanya bertujuan untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan Penyakit Akibat Kerja (PAK), tetapi juga memastikan kenyamanan karyawan dan mitra Perusahaan dalam bekerja sehingga lebih optimal dan produktif," pungkasnya. (hud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




