Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi di Dyandra Convention Center.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Strategi dalam mengantisipasi bencana musim kemarau tahun 2026 mulai disusun oleh pemerintah pusat, provinsi, dan daerah guna menjaga swasembada pangan serta memperkuat penanganan dampak hidrometeorologi.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, turut andil dalam Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Hidrometeorologi dan Potensi Bencana Musim Kemarau Jawa Timur Tahun 2026, Selasa (7/4/2026), di Dyandra Convention Center.
BACA JUGA:
- Upaya Jaga Ketahanan Pangan, Pemkab Lamongan Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng
- Terkait Dugaan Perselingkuhan Eks Camat Karanggeneng, Bupati Lamongan Angkat Bicara
- Genjot Produktivitas Padi, Bupati Lamongan Salurkan Combine Harvester
- Lantik 34 Pejabat, Bupati Lamongan Tekankan Profesionalisme dan Integritas
Forum strategis ini ditujukan untuk menyatukan langkah lintas sektor dalam menghadapi potensi kemarau yang diprediksi berdampak signifikan terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air.
Dalam rakor disampaikan bahwa fenomena El Nino berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan hingga 20-40 persen, dengan puncak kekeringan diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026. Kondisi ini mendorong perlunya langkah antisipatif yang terukur dan terintegrasi sejak dini.
Sejumlah strategi utama mulai disusun, di antaranya pemetaan wilayah rawan kekeringan dan penguatan sistem peringatan dini, optimalisasi pengelolaan sumber daya air melalui rehabilitasi jaringan irigasi, embung, dan sumur air, serta pemanfaatan pompanisasi dan irigasi perpompaan.
Selain itu, percepatan masa tanam dilakukan untuk mengejar sisa air hujan, disertai penggunaan varietas tanaman tahan kekeringan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




