Agus Priyono ketika menunjukkan bukti para peserta yang menerima undangan untuk memperoleh SK setelah membayar ratusan juta rupiah kepada AT. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Agus Priyono, seorang ASN di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Gresik, mengaku sebagai korban dalam kasus dugaan jual beli SK ASN dan PPPK palsu.
Ia menyebut terduga pelaku berinisial AT meyakinkannya dengan bukti percakapan pesan instan (WhatsApp) yang diklaim bersama Kepala BKPSDM Gresik, Agung Endro Dwi Setyo Utomo.
“Apalagi AT selama ini saya tahu dekat sekali dengan Pak Agung, makanya saya percaya,” ujarnya saat konferensi pers di Kantor DPMD Gresik, Kamis (16/4/2026).
Agus menegaskan bahwa dirinya bukan pelaku, melainkan korban, serta membawa 4 orang untuk dijanjikan masuk PPPK melalui AT, termasuk anak dan keponakannya. Total Rp500 juta telah dibayarkan, baik tunai maupun transfer ke rekening RA, diduga istri AT.
“SK PPPK untuk anak saya, keponakan dan dua anak teman saya dijanjikan diberikan pada pertengahan bulan ini. Sebelum dibayar lunas SK tak diberikan, makanya kami bayar lunas,” paparnya.
Agus juga menyebut sejumlah kepala desa turut menitipkan keluarga mereka kepada AT. Namun sejak kasus mencuat, AT bersama keluarga menghilang dari rumahnya di Desa Boboh, Kecamatan Menganti.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Gresik membantah keterlibatannya maupun sang istri. Ia menegaskan tidak pernah menggunakan foto profil di nomor ponselnya sebagaimana diklaim korban, serta menyebut hanya mengenal AT saat masih berdinas di Bagian Kesra sebelum dipecat.
“Biar penyidik yang membuktikan kebenarannya,” katanya.
Kasus dugaan pemalsuan SK ASN dan PPPK ini telah dilaporkan ke Polres Gresik untuk penyelidikan lebih lanjut. (hud/mar)





