Bupati Fandi Akhmad Yani (lima dari kiri) ikut menekan tombol tanda dimulainya groundbreaking proyek Nitrate Complex PT Bara Blasting Perkasa. foto: ist.
GRESIK,BANGSAONLINE.com - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menghadiri groundbreaking proyek Nitrate Complex milik PT Bara Blasting Perkasa di Kawasan Industri Maspion, Jumat (8/5/2026).
Proyek tersebut dinilai semakin memperkuat posisi Kabupaten Gresik sebagai pusat pertumbuhan industri berbasis hilirisasi sekaligus magnet investasi strategis di Jawa Timur.
BACA JUGA:
- DPRD Gresik Belum Bahas Relokasi 43 PKL Kali Avoor
- Siap Luaskan Pasar Global, SIG Rampungkan Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi di Tuban
- PT PON Salurkan Beasiswa Sekolah Kejar Paket B & C Lewat Program Pintas di Tlogopojok
- Buron hingga ke Malang, Pelaku Pembacokan di Menganti Akhirnya Diringkus Polisi
Pabrik petrokimia itu diproyeksikan menjadi salah satu penggerak baru pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain membuka lapangan kerja, proyek tersebut juga diharapkan memperkuat rantai pasok industri nasional melalui produksi bahan peledak industri dan pupuk untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Dalam sambutannya, Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan investor yang terus menanamkan modal di Kabupaten Gresik.
Menurutnya, pembangunan proyek tersebut menjadi bukti nyata bahwa iklim investasi di Gresik semakin kompetitif, aman, dan dipercaya investor nasional maupun internasional.
"Dua testimoni yang kita dengar hari ini sangat luar biasa bahwa Gresik aman dan Gresik menjadi tujuan investasi. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami," ujarnya.
Ia menilai tren investasi yang terus meningkat setiap tahun menunjukkan tingginya kepercayaan publik terhadap Kabupaten Gresik sebagai daerah dengan ekosistem industri yang semakin matang.
Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu menegaskan investasi yang masuk harus memberikan multiplier effect bagi masyarakat, terutama dalam membuka peluang kerja bagi generasi muda Gresik.
"Kami berharap tumbuhnya investasi ini memberi peluang kerja bagi anak-anak muda Gresik yang memiliki keterampilan dan kompetensi. Selain itu, sektor UMKM dan ekonomi pendukung lainnya juga akan ikut tumbuh," harapnya.
Pemerintah Kabupaten Gresik, lanjutnya, akan terus menjaga iklim investasi yang kondusif sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia lokal agar mampu menjawab kebutuhan industri modern.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Gresik, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada PT Bara Blasting Perkasa. Semoga pembangunan proyek ini berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan membawa manfaat serta keberkahan bagi masyarakat," pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, CEO Maspion Group, Alim Markus turut mengapresiasi stabilitas keamanan dan kondusivitas investasi di Kabupaten Gresik.
Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pelaku usaha menjadi faktor penting yang mendorong pertumbuhan investasi di kawasan industri Gresik.
"Kondisi makro di kawasan ini sangat baik. Stabilitas dan keamanan yang terjaga menjadi modal utama agar investasi dapat tumbuh berkelanjutan," ujarnya.
Alim juga menekankan pentingnya pembangunan kawasan industri yang memperhatikan aspek keamanan, mitigasi lingkungan, serta keberlanjutan jangka panjang.
"Kawasan industri harus dibangun dengan perencanaan matang. Tidak hanya aman hari ini, tetapi juga siap menghadapi tantangan masa depan," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bara Blasting Perkasa, Mei Suryawan, menjelaskan investasi di Gresik merupakan ekspansi strategis kedua perusahaan setelah pembangunan terminal amonia di kawasan yang sama.
Menurut dia, keputusan memperluas investasi di Gresik menjadi bukti bahwa daerah tersebut memiliki iklim usaha yang aman, kondusif, dan didukung ekosistem industri yang kuat.
"Ini menjadi bukti bahwa Gresik merupakan tempat yang aman dan kondusif untuk investasi. Kami merasakan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Gresik maupun seluruh stakeholder," ujarnya.
Ia menjelaskan pabrik tersebut nantinya akan memproduksi amonium nitrat untuk kebutuhan industri pertambangan dan konstruksi nasional.
Selain itu, perusahaan juga akan mengembangkan produk pupuk NPK dan turunannya sebagai bagian dari hilirisasi amonia.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian industri nasional dengan mengurangi ketergantungan impor bahan peledak industri dan pupuk.
"Kami ingin Indonesia menjadi tuan rumah bagi produk industrinya sendiri. Selain mendukung ketahanan energi dan ketahanan pangan, proyek ini juga diharapkan memberi dampak ekonomi regional melalui peningkatan PAD, penyerapan tenaga kerja, penguatan logistik, pergudangan, transportasi hingga aktivitas pelabuhan," jelasnya. (hud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




