Ketua DPRD Bangkalan, Dedy Yusuf, bersama sejumlah anggota dewan menerima aspirasi mahasiswa.
Selain MBG, massa aksi juga menyoroti infrastruktur jalan, kondisi sekolah dasar yang belum layak, layanan BPJS kesehatan, serta praktik parkir dan pungutan liar.
Menanggapi hal itu, Dedy menegaskan DPRD terbuka terhadap kritik mahasiswa. Ia menyebut sebagian besar peserta aksi tetap mendukung program MBG karena manfaatnya bagi anak-anak.
"Terkait MBG, pada prinsipnya mereka juga sepakat bahwa program ini baik dan berpihak kepada masyarakat. Tinggal bagaimana pengawasannya diperkuat agar pelaksanaannya lebih maksimal," tuturnya.
Ia menambahkan, perbaikan jalan dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran, sementara penanganan sampah menunggu pembebasan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dedy juga menegaskan program parkir berlangganan hanya berlaku di bahu jalan, sedangkan parkir di area usaha memiliki mekanisme berbeda.
Aksi demonstrasi ditutup dengan komitmen bersama untuk mengawal persoalan publik di Bangkalan secara konstruktif dan demokratis. (mzr/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




