Amirulhaj Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA di Atafah. Foto: Mohammad Sulthon Neagara/bangsaonline
MAKKAH, BANGSAONLINE.com – Amirulhaj Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, mengatakan bahwa wukuf di Arafah adalah waktu paling mustajab untuk doa.
“Jadi, Arafah di saat wukuf itu waktu mustajab. Dosa-dosa kita akan diampuni dan doa-doa kita akan dikabulkan oleh Allah. Dan Allah menyaksikan keberadaan kita dengan para malaikatnya,” ujar Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, kepada Muhammad Sulthon Neagara, wartawan BANGSAONLINE yang mewawancarai di Makkah, Selasa (26/6/2026) waktu Arab Saudi.
BACA JUGA:
- Pelaksanaan Haji 2026 Dianggap Ada Energi Baru, Inilah Profil Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah RI
- Luar Biasa! 318 Santri Amantul Ummah Lolos UTBK-SNBT, Banyak yang Hafal Quran
- Amanatul Ummah Terima Sapi Kurban Presiden, Wapres, Gubernur, Wagub, Sekda, PAN, BPN, & Wali Santri
- Amirulhaj Tinjau Adahi, Kiai Asep Pastikan Penyembelihan Dam Jemaah Haji Sah Secara Syariah
Bahkan, menurut Kiai Asep, para malaikat di Arafah itu juga ikut memintakan ampunan kepada Allah untuk mereka yang sedang wukuf dan berdoa di Arafah.
“Dan Allah mengabulkan doa-doa mereka yang di Arafah,” tegas pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu.
“Realisasi orang berhaji itu kan Arafah. Alhajju arafah,” ujar Kiai Asep lagi.

Amirulhaj Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA bersama Mohammad Sulthon Neagara, wartawan BANGSAONLINE di Daker Makkah, Selasa (26/6/2026) waktu Arab Saudi.
Putra pendiri NU dan pahlawan nasional KH Abdul Chalim itu juga mengatakan bahwa orang yang menunaikan ibadah haji itu merupakan tamu undangan Allah.
Dan karena tamu Allah, tutur Kiai Asep, maka Allah menyajikan suguhan. “Suguhannya berupa ampunan dosa-dosa. Dan dikabulkannya doa-doa. Oleh karena itu, kita yang di Arafah harus banyak meminta ampunan dan berdoa,” ujar Kiai Asep.
Kiai miliarder tapi dermawan itu mengingatkan bahwa haji jangan hanya sebagai simbol. “Tapi ambil hikmah wukuf di Arafah dengan minta ampunan” ujarnya.
Kiai Asep lalu menjelaskan cara memohon ampunan. Menurut dia, permohonan ampunan itu harus disertai dengan tiga hal.
Pertama, mencabut diri dari kemaksiatan yang selama ini dilakukan. Kedua, menurut Kiai Asep, kita harus menyesali kenapa harus melakukan itu.
Dan ketiga, “Kita harus berjanji tidak akan melakukannya lagi,” ujarnya.
Dengan demikian, tegas Kiai Asep, Arafah menjadi titik balik kehidupan manusia. Artinya, orang yang selama ini mungkin kurang punya komitmen maksimal terhadap hukum-hukum syariat, maka dengan banyak beristigfar yang disertai dengan tiga hal itu, menjadi punya komitmen kuat terhadap syariat atau hukum-hukum Allah.
“Maka mereka melakukan titik balik dari ketidaktaatan menjadi ketaatan maksimal,” ujarnya.
Selain banyak berdoa, menurut Kiai Asep, ketika kita berada di Arafah harus lebih banyak baca talbiyah. Yaitu baca Labbaik allahumma labbaik.
“Tetapi jangan hanya sekedar baca, ya Allah saya penuhi panggilanMu, tapi apa sih maknanya?,” ujarnya lagi.
Menurut Kiai Asep, harus ada tekad dan niat untuk berkomitmen melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah.
“Ya Allah kami akan berkomitmen senantiasa untuk melaksanakan perintah-perintahMu dan menjauhi larangan-laranganMu. Artinya, setiap talbiyah adalah sebuah komitmen. Itulah arti wukuf di Arafah,” ujar Kiai Asep.
Menurut Kiai Asep, bacaan-bacaan yang dilaksanakan di Arafah itu terkait dengan doa. “Ketika Allah mengampuni dosa, orang yang diampuni dosanya, maka Allah akan mengabulkan doanya,” ujarnya.
Kiai Asep juga minta para jemaah haji Indonesia juga mendoakan negara Indonesia.
“Saya meminta kepada seluruh jemaah haji Indonesia banyak-banyak istighfar dan berdoa untuk bangsa negaranya agar maju adil makmur. Capek, penat kita. Telah merdeka 81 tahun tapi belum terasa adanya cita-cita luhur itu dirasakan oleh masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Karena itu Kiai Asep minta para jemaah haji ikhlas berdoa untuk bangsa Indonesia.
“Berdoalah semoga Indonesia mampu jadi Indonesia yang mewujudkan cita-cita kemerdekaannnya, yaitu melakukan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Indonesia itu negara yang paling kaya di dunia, bisa jadi, tapi kenapa realisasinya seperti itu,” ujarnya sedih sembari mengatakan bahwa Presiden Prabowo dan Wapres Gibran punya tekad mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan.
“Ya tentu melihat masalah itu harus melihat tujuannya, al-umur bimaqashidiha,” ujarnya. (MSN)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




