Sungai Kaliotik yang tercemar limbah dari pasar ikan.
"Kita sudah cek, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)nya tidak berfungsi karena tersumbat sampah plastik, dan limbah yang keluar tidak melalui proses IPAL,” ujarnya, Kamis (3/12).
Dikatakannya, kerusakan terjadi sejak sepekan ini, pipa saluran tempat pembuangan tidak nampak mengucurkan limbah cair olahan. Praktis semua limbah cair di Pasar Ikan keluar melalui tiga saluran yang langsung menuju ke anak sungai Kaliotik dan mencamari air yang mengalir.
Masih kata Sukiman, limbah pasar ikan ini akan menimbulkan dampak buruk bagi petambak di daerah utara Lamongan kalau tidak segera diantisipasi.
"Tadi kita lakukan perbaikan, termasuk membersihkan sampah-sampah plastik yang masuk kedalam pipa IPAL,” ujarnya seraya mengatakan IPAL tidak akan bisa berfungsi dengan baik kalau tidak ada air limbah yang masuk.
Sementara salah satu warga, Solikin, merasa khawatir dengan kejadian yang pernah ia alami setahun yang lalu. Tambak miliknya yang sudah ditanami ikan banyak yang mati akibat kemasukan air limbah pasar ikan tersebut. "Dulu banyak ikan di Tambak saya yang mati, karena tercemar air limbah pasar ikan,” ujarnya.
Terkait hal ini, Solikin berharap kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan atau dinas terkait untuk melakukan perbaikan selokan yang ada di lokasi pasar. "Yang saya tahu, air limbah tidak bisa masuk ke lokasi IPAL, tetapi mengalir melalui pipa-pipa yang langsung ke sungai, jadi baunya sangat menyengat hidung,” ujarnya. (lmg1/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




