Usai Ricuh Lagi, Plt Gubernur Riau Beri Deadline Kongres HMI sampai Besok Siang

Usai Ricuh Lagi, Plt Gubernur Riau Beri Deadline Kongres HMI sampai Besok Siang RICUH: Kondisi Kongres HMI di Gelanggang Remaja. Pimpinan sidang harus dievakuasi dari amukan massa. foto: sindonews

PEKANBARU, BANGSAONLINE.com - Kongres XXIX Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) semakin kacau balau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengambil tindakan tegas dengan memberi toleransi waktu selama 19 jam untuk menyelesaikan kongres, mulai pukul 17.00 WIB, Jumat (4/12/2015) sore, hingga pukul 12.00 WIB, Sabtu (5/12/2015) besok.

"Kami beri toleransi waktu untuk menyelesaikan kongres hingga Sabtu besok. Kalau tidak juga siap, silakan di rapatkan kembali mau dipindahkan atau bagaimana," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman kepada GoRiau, di Pekanbaru, Jumat (4/12/2015) sore.

Secara tidak langsung, gelaran kongres ini pun diminta segera 'angkat kaki' dari Riau. Pasalnya, sebentar lagi personil keamanan akan berjibaku dengan pesta demokrasi Pilkada serentak 9 Desember 2015 mendatang.

Menurut Plt Gubri, deadline 19 jam tersebut akan digunakan panitia kongres untuk merampungkan agenda dan pemilihan ketua umum yang baru. Tidak hanya itu, malam ini panitia kongres berusaha menyiapkan 4-5 bus untuk memulangkan peserta penggembira kongres yang tersisa.

Hal ini pun dibenarkan oleh Mantan Ketua Umum Pengurus Besar HMI Periode 2013-2015, Muhammad Arief Rosyid Hasan.

"Kami usahakan untuk menyediakan 4-5 bus, sekitar 200-250 orang kader HMI akan pulang," papar Arief kepada GoRiau.com, Jumat sore.

Sementara itu, Danrem 031/WB Brigjend TNI Nurendi turut menyesalkan aksi bentrok yang terjadi antar sesama massa HMI, Jumat subuh tadi. Namun, ia pun juga bersyukur karena aparat keamanan berhasil meredam kerusuhan yang ada.

"Alhamdulillah bentrok bisa diredam. Untuk berlangsungnya kongres, kami beri waktu hingga pukul 12.00, Sabtu siang. Kalau tidak cukup juga, silahkan koordinasikan mau bagaimana," papar Nurendi.

Sebelumnya, kongres XXIX HMI yang berlangsung Jumat (4/12/2015) dinihari berubah mencekam. Pasalnya interupsi peserta kongres yang tak terima dengan ketetapan putusan Pleno III dari pimpinan sidang tidak digubris.

Walhasil, ratusan massa kongres langsung menyerbu para pimpinan sidang yang duduk di depan. Mayoritas massa yang melakukan penyerangan ini, adalah peserta dari Sulawesi. Merekapun melempar kursi dan meja ke arah pimpinan sidang, yang selanjutnya dibalas dengan lemparan kursi dari pihak pengamanan sidang.

Pantauan GoRiauCom, ada beberapa orang peserta yang terkena lemparan kursi yang mayoritas terbuat dari besi. Sedangkan potongan meja, mereka jadikan senjata untuk memukul, yang juga terbuat dari besi. Ada yang berhasil menyelamatkan diri, dan sebagian terkena bulan-bulanan benda-benda tumpul.

Aksi bahkan kian memanas, saat massa yang menyaksikan turut menyerang. Tak pelak, suasana sangat gaduh dan perang kursi dan besi tak bisa dihindarkan. Tragisnya, peserta wanita terkurung di antara kericuhan tersebut. Sebagian menangis, dan ada juga yang berteriak histeris, lantaran tak tahu harus berbuat apa.

Kalah massa, pihak pengamanan akhirnya menggiring pimpinan sidang ke ruang evakuasi dan menutup pintu. Melihat itu, massa kian beringas dan melempari apa saja benda yang didapat, agar pintu terbuka, namun tetap saja tak bisa dijebol. Lalu massa merangsek keluar dari pintu alternatif dan mengejar sampai keluar.

Setelah di luar, kericuhan masih saja terjadi, walau sudah ditenangkan pihak kepolisian. Massa ini bahkan berteriak-teriak dan mencaci maki mengeluarkan sumpah serapahnya. Mereka juga menutup akses pagar keluar gerbang Gelanggang Remaja, dengan harapan sasaran mereka tidak meloloskan diri.

Yang lebih miris, sebagian massa yang terkepung di dalam arena kongres terpaksa memecahkan pintu kaca, agar bisa keluar dari pintu belakang gedung dan meloloskan diri dari amukan tanpa sasaran ini. (goriau)