Pencari Kerja Berharap Pelabuhan Internasional di Gresik Cepat Rampung

Pencari Kerja Berharap Pelabuhan Internasional di Gresik Cepat Rampung Pengusaha H. M. Khozin Ma'sum, salah satu penggagas pelabuhan Internasional ketika bertemu duta besar AS. foto: syuhud/ BANGSAONLINE

Semenatara pengusaha H. M. Khozin Ma'sum, salah satu penggagas pelabuhan Internasional mengatakan, ide membuat pelabuhan tersebut tercetus sejak tahun 1995, atau 20 tahun silam.

"Kami waktu itu yang tergabung dalam DPP (Dewan Pimpinan Pusat) BAKUPPI (Badan Kerjasama Ulama dan Pengasuh Pondok Pesantren Indonesia), yang diketuai KH Hasib Wahab Hasbullah berharap besar pelabuhan tersebut bisa terwujud. Semua itu didasari ingin membantu perekonomian bangsa dan menciptakan lapangan pekerjaan untuk mengurangi angka pengangguran," kata Khozin yang menjabat bendahara DPP BAKUPPI ini.

Menurut Khozin, dirinya bersama keluarga besar BAKUPPI memiliki keinginan kuat untuk mewujudkan pembangunan pelabuhan Internasional. Sebab, keberadaan pelabuhan itu nantinya sangat berdampak luas terhadap pertumbuhan ekonomi bangsa, terlebih bagi masyarakat di Kabupaten Gresik.

Untuk itu, lanjut Khozin, para petinggi BAKUPPI pada tahun 2004 menemui Presiden RI ke-5, Megawati Soekarno Putri di Istana negara untuk membicarakan pembangunan pelabuhan Internasional. "Alhamdulillah, waktu itu Bu Presiden Megawati sangat mendukung, terlebih Menteri BUMN Laksamana Sukardi," kenang cucu KH Abdul Karim ini.

Selain lobi ke Presiden, Khozin mengaku dirinya juga lakukan lobi dengan beberapa investor asing untuk menarik mereka agar bersedia bergabung dalam menanamkan investasinya untuk membangun pelabuhan internasinal.

Karena itu, Khozin harus bertemu dengan beberapa utusan negara luar negeri untuk lobi agar bersedia menanamkan investasinya untuk mewujudkan keberadaan pelabuhan.

Di antara para utusan negara asing yang ditemui H.Khozin adalah, Dubes (Duta Besar) asal AS (Amerika Serikat), dan utusan negara lain seperti Tiongkok.

"Prinsip saya waktu itu, sebagai putra daerah berharap agar pelabuhan yang diimpi-impikan sejak tahun 1995 atau 20 tahun yang lalu bisa menciptakan perubahan ekonomi secara nasional, khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Gresik," pungkas Pendiri RGS-SQ ini. (hud/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO