Sementara itu Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Sukirno mengatakan, tinggi muka air Bengawan Solo di daerah hulu yaitu di Bojonegoro dan Tuban memang naik. Tinggi muka air Bengawan Solo pada pukul 16.00 WIB berada di kisaran 12.97 peilschaal di atas permukaan air laut. Tinggal sedikit lagi, kata dia, tinggi muka air menyentuh angka 13.00 peilschaal.
“Kalau sudah berada di kisaran 13.00 peilschaal maka wilayah Bojonegoro dinyatakan siaga hijau atau siaga satu,” ujarnya.
Ia menyebutkan, tinggi muka air itu yang terpantau di papan duga ketinggian air di Taman Bengawan Solo (TBS) dekat Pasar Besar Bojonegoro. Namun, kata dia, tinggi muka air di daerah hulu yaitu di Karangnongko dilaporkan kondisinya turun.
“Meski begitu, kami tetap mengimbau agar warga waspada banjir luapan Bengawan Solo, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai,” ujarnya.
Ia mengatakan, perkembangan kondisi Bengawan Solo kini terus dipantau. Apabila sudah masuk siaga hijau maka tinggi muka air dipantau setiap satu jam sekali. Sedangkan, apabila di bawah siaga pemantauan air dilakukan setiap tiga jam sekali.
Selain itu, kata dia, sejumlah pompa penyedot air di wilayah Kota Bojonegoro yaitu di Kelurahan Banjarejo dan Ledok Kulon saat ini sudah disiagakan untuk menghadapi banjir. Apabila genangan air luapan Bengawan Solo memasuki perkotaan maka disedot dan dibuang kembali ke Bengawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




