ilustrasi
PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Setelah melakukan pencarian selama dua hari, jasad Sutrisno (25), penambang pasir yang terseret arus di sungai Galok akhirnya ditemukan di daerah Ngawi.
Kapolsek Sukorejo, AKP Deni Fahrudianto menjelaskan, jasad Sutrisno pertama kali ditemukan oleh warga yang kemudian melaporkan ke Polisi.
BACA JUGA:
- Ratusan Pengayuh di Ponorogo Terima Bantuan Becak Listrik, Plt Bupati: Kata Presiden, Jangan Dijual
- Pendapatan Anjlok, Sopir Bus Mini Ponorogo Protes Trayek Surabay-Badegan, Dishub Fasilitasi Hal ini
- Usai OTT Bupati, KPK Geledah Kantor DPUPKP hingga Rumdin Sekda Ponorogo
- Benarkan OTT, Jubir KPK: Bupati Ponorogo Dibawa ke Jakarta
“Tadi kami mendapatkan informasi jika ada temuan mayat di Ngawi, dengan ciri-ciri yang hampir sama dengan ciri-ciri yang dimiliki korban. Kemudian langsung melakukan koordinasi dengan Polres Ngawi," ucap Kapolsek Sukorejo, AKP Denny Fachrudianto.
“Karena TKP-nya ada di Ngawi tadi dibuatkan berita acara juga, dibuatkan visum, dan langsung agar dikafani di rumah sakit sesuai dengan permintaan keluarga,” jelas Deni.
Bersama BPBD Ponorogo dan keluarga korban, pihaknya mendatangi lokasi penemuan dan dari ciri-ciri serta pakaian yang dipakai. Dipastikan bahwa jasad tersebut adalah Sutrisno yang hilang saat menambang pasir di sungai Prajekan, Rabu 14 April lalu.
"Sebelumnya kami mendapatkan informasi dari BPBD Ngawi, bila ada penemuan mayat di sana, setelah kami cek bersama Polisi, ternyata sama dengan ciri-ciri korban", ujar Kepala BPBD Ponorogo, Bediyanto.






