Massa Gempur ketika demo di kantor Pemkab Gresik. foto: syuhud/ BANGSAONLINE
Firdaus, salah satu orator dalam orasinya mengatakan, masyarakat Lumpur awalnya bersedia areal nelayan mereka direklamasi untuk terminal parkir peziarah Maulana Malik Ibrahim, karena mereka dipekerjakan."Tapi, nyatanya bohong," kata dia.
Menurut dia, Bupati Sambari sering melontarkan janji kalau banyak membuka investasi untuk menciptakan pekerjaan. Tapi, kenyataannya tidak terbukti. "Industri bisa kurangi pengangguran bohong. Hanya dinikmati segelintir orang," cetus dia.
Ditegaskan dia, omongan Bupati kalau berjuang untuk mengurangi angka pengangguran itu bohong. " Buktinya, pengangguran masih merajalela di Gresik," terang dia.
Dia minta agar para pendemo tidak takut untuk berjuang mendapatkan hak-hak mereka. Selama beraksi, para pendemo menolak masuk untuk melakukan perundingan dengan pihak Disbudparpora atau Dishub. "Kami mau berunding kalau yang menemui Bupati langsung," kata Jimmy, pendemo lain.
Sebelumnya, Jumat (22/4), sore mereka juga melakukan aksi demo ke Pemkab Gresik dengan tuntutan yang sama. Plt Sekkab Gresik, Bambang Isdianto yang menemui pendemo mengaku merespon tuntutan mereka. Karena itu, untuk menindaklanjuti tuntutan pendemo tersebut, pihaknya akan bahas lebih lanjut dengan instansi terkait.
"Secepatnya akan kami koordinasikan," janjinya waktu itu. (hud/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




