Aksi demo generasi muda NU di DPRD Surabaya, Senin (25/4).
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Sesuai janjinya, ratusan massa badan otonom NU (Banom NU) yang terdiri dari organisasi Fatayat, Ikatan Pelajar NU, Ikatan Putri Pelajar NU, Pagar Nusa NU, Gerakan Pemuda Ansor, dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) mendatangi gedung DPRD Surabaya, Senin (25/4).
Kedatangan mereka menuntut adanya klarifikasi terbuka pengusiran Ketua PC NU saat sidang pleno terbuka dan penegasan pelarangan minuman beralkohol di seluruh wilayah Surabaya. Sejak pukul 10.00 WIB massa sudah mulai berdatangan. Mereka terus berorasi di depan kantor dewan.
BACA JUGA:
- Kasus TPPO Gion Spa Jadi Sorotan, DPRD Surabaya Temukan Dugaan Penyalahgunaan Izin
- DPRD dan Polrestabes Surabaya Perkuat Sinergi Atasi Parkir Liar hingga Kejahatan Digital
- Harkitnas 2026, Pimpinan DPRD Surabaya Perkuat Sinergi dengan Kejari
- Anggota DPRD Surabaya Johari Mustawan Buka Puasa Bersama Jurnalis, Soroti Pemblokiran KTP dan KK
Akhirnya, sebanyak 10 orang perwakilan dari Generasi Muda NU melakukan pertemuan dengan Pimpinan DPRD Surabaya, yakni Ketua DPRD Armuji, Wakil Ketua DPRD, Darmawan, Ratih Retnowati, Masduki Toha di ruang Badan Musyawarah DPRD Kota Surabaya.
Muhammad Asrori Ketua Ansor Surabaya mengatakan, peredaran Minhol di Surabaya dipastikan akan merusak moral generasi muda. Dia menyerukan kepada selurih warga Muslim untuk mendukung gerakan penolakan Minhol demi menyelamatkan generasi muda Surabaya.
“Kami meminta seluruh ummat Islam, terutama NU untuk ikut berjuang mengawal perda Mihol. Jangan sampai minuman haram itu beredar di Surabaya. Kawal terus pembahasan Perda Mihol di DPRD Surabaya,”papar Asrori sebelum bertemu pimpinan dewan. (lan/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




