Amokrane Sabet. ©2016 merdeka.com/gede nadi jaya
"Kami memang menemukan ada luka tembakan yang tersebar di beberapa tubuh korban, tetapi itu tidak ada yang jadi penyebab kematian. Selain itu, pada tubuh jenazah juga ditemukan dua luka sabetan yakni pada bagian leher dan ketiak sebelah kiri yang panjangnya hingga sampai ke punggung. Luka sabetan fatal terdapat pada bagian leher yang menyebabkan korban meninggal dunia," terang Ida.
Tidak hanya itu, Dokter Dudut Rustyadi yang melakukan autopsi terhadap jasad Amokrane memberikan informasi tambahan. Selain sayatan di leher, pegulat mixed martial arts (MMA) ini, ada pada lengannya.
"Pada tubuh korban ditemukan luka sabetan benda tajam dan beberapa luka tangkisan di lengan," katanya saat dihubungi.
Dia menambahkan, dari hasil autopsi yang dilakukan oleh tim kedokteran forensik RSUP Sanglah terhadap jenazah Amokrane ditemukan hanya 8 luka tembakan. "Luka tembakan tersebut tersebar di beberapa organ gerak tubuh seperti, kaki, tangan dan lengan, serta ada juga yang terdapat pada kepala. Sedihnya ada delapan," ujarnya.
Bukan hanya itu saja, masih memiliki kejanggalan lain. Antara lain lelaki berkepala gundul itu memiliki dua paspor, Prancis dan Aljazair. Tidak hanya itu, saat otopsi terungkap pada bagian lengannya terdapat tato tentang jihad. Namun, polisi belum berani memastikan apakah Amokrane terlibat kelompok radikal.
Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Hery Wiyanto, membenarkan pasca kejadian polisi melakukan pra rekontruksi dan menggeledah isi vila ditempati Amokrane. Hasilnya, ditemukan dua paspor itu.
"Memang ada dua paspor, tetapi kita belum bisa pastikan apakah yang bersangkutan memiliki kewarganegaraan ganda atau bukan. Ataukah salah satu paspornya itu palsu atau bukan, kita juga belum tahu. Yang jelas, dia masuk ke Bali menggunakan paspor Prancis yang masa tinggalnya di Indonesia habis pada bulan September 2015 lalu," kata Hery di Denpasar.
Banyaknya kejanggalan pada sosok Amokrane ini telah dibentuk tim investigasi terkait kasus ini. "Tim investigasi sudah dibentuk, terutama soal bagaimana sampai menyebabkan kematian terjadi pada salah satu anggota kami."
Seperti diberitakan, ketenangan Pulau Bali terusik dengan hadirnya Amokrase Sabet si pembuat onar. Memiliki badan besar berotot penuh tato, membuatnya terlihat seram. Warga negara Perancis itu, bahkan tidak takut melawan polisi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




