ilustrasi
“Saat ini semua anggota Banser mulai dari tingkat satuan koordinasi rayon, bahkan desa diminta lebih meningkatkan kepekaan terhadap gerakan Partai Komunis Indonesia atau PKI di 22 kecamatan dan di 248 desa di Kabupaten Blitar,” kata Imron Rosadi, Ketua Banser Kabupaten Blitar.
Lanjut Imron, saat ini sebagian besar dari mereka yang mengagumi ideologi komunis dari kalangan generasi muda yang masih labil dan belum memahami betul bagaimana dampaknya. Hal itu terlihat dengan pemakaian atribut PKI, seperti baju dan pin bergambar palu arit oleh kalangan kaum muda beberapa waktu lalu.
"Berdasarkan pantauan Banser, sampai saat ini belum ditemukan keberadaan PKI di Kabupaten Blitar. Tapi Banser akan terus mengoptimalkan koordinasi dengan pihak terkait seperti Kepolisian dan TNI untuk pengawasan keberadaan PKI di wilayah Kabupaten Blitar," imbuhnya.
Hal senada juga diungkapkan Majelis Ulama Indonesia kabupaten Blitar. Humas MUI Jamil Mashadi menyatakan, laten komunis tidak bisa disepelekan. Apalagi juka melihat sejarahnya beberapa wilayah di Kabupaten Blitar di masa lalu seperti Srengat, Wonodadi, Bakung, dan Tambakrejo yang pernah menjadi basis PKI .
"Kalau sebuah paham sudah bertentangan dengan dasar Negara, berarti sesuatu yang berbahaya dan harus dicegah, karena dapat mengancam kedaulatan NKRI," kata Jamil.
Ia juga berpesan agar masyarakat selalu bersinergi dengan pemerintah maupun aparat untuk menangkal bangkitnya PKI, dan tidak bertindak sendiri-sendiri. (tri/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




