Tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolsek Sidoarjo. foto: CATUR AE/ BANGSAONLINE
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Berdalih untuk biaya adik melahirkan, M Fakid (19) warga Bangkalan, Madura nekat mencopet di GOR saat pertandingan bola. Apesnya, dia kepergok sehingga babak belur dihajar massa.
Pemuda pengangguran ini kepergok mencopet saat hendak menonton pertandingan sepak bola di GOR Delta pada Sabtu (11/6) malam.
BACA JUGA:
- Kasus Perusakan Makam Mbah Dirjo Joyo Ulomo Masuk Tahap Penyidikan, SPDP Dikirim ke Kejari Sidoarjo
- Rumah Bertuliskan 'Dijual' Jadi Markas Gas Oplosan, Sindikat di Sidoarjo Raup Puluhan Juta
- Kasus Rusunawa Tambak Sawah Sidoarjo: Vonis 4 Eks Kadis Naik Banding, Kuasa Hukum Siapkan Kasasi
- Viral Perusakan Makam Keramat di Pasar Taman Sidoarjo, Pelaku Diamankan Polisi
Saat itu pelaku yang sudah membeli tiket pertandingan antara Bhayangkara Surabaya United melawan Persib Bandung hendak masuk di stadion melalui pintu 3. Saat masuk itulah, Fakid memanfaatkan momen desak-desakan untuk mengambil handphone milik M Mashuri (25) warga Larangan, Candi.
Kanit Reskim Polsek Sidoarjo Aiptu Sulasno mengatakan, saat berdesakan itulah tangan pelaku masuk ke saku celana korban. Di dalam saku sebelah kanan tersebut korban menyimpan handphone Samsung Galaxy. “Beruntung korban terasa saat tangan pelaku mau mengambil handphonenya,” jlentrehnya
Dia mengungkapkan, korban yang sempat kaget langsung berteriak maling. Kondisi tersebut membuat suasana pintu masuk 3 stadion menjadi ramai. Para penonton lain langsung menghampiri pelaku dan menghujani dengan bogem mentah. Pelaku pun pasrah dengan hanya bisa menutup kepala menangkis pukulan penonton.
“Polisi yang berjaga langsung mengamankan pelaku sebelum penonton lain ikut-ikutan menghajarnya,” tambahnya.
Menurutnya, pelaku berangkat dari Surabaya bersama adiknya. Saat itu kunci dan karcis motor dibawa pelaku. Namun setelah tertangkap, motor yang ada di parkiran sudah diambil oleh rekan pelaku yang mengaku karcisnya hilang.
“Artinya pelaku ini sudah membawa dua kunci motor. Dugaan kami, pelaku merupakan sindikat yang biasa melakukan pencurian," ujarnya, Rabu (16/2).
Sementara itu, pelaku mengaku tidak tahu tentang keberadaan temannya tersebut. Hasil mencopet rencananya digunakan untuk biaya melahirkan adiknya. "Adik saya sudah cerai pak. Jadi saya kasihan. Saya baru pertama kali mencopet," ucapnya. (cat/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






