Pupuk Indonesia Siap Penuhi Kebutuhan Petani Pada Musim Tanam

Pupuk Indonesia Siap Penuhi Kebutuhan Petani Pada Musim Tanam Ibu-ibu sedang daut (mencabut) padi untuk ditanam songsong musim tanam.foto: syuhud/bangsaonline.

Selain menjelang musim tanam, langkah ini juga merupakan antisipasi atas dampak La Nina yang terjadi pada tahun 2016. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan La Nina akan terjadi pada bulan Juli hingga September 2016.

La Nina merupakan kebalikan dari fenomena El Nino. Jika El Nino adalah naiknya suhu permukaan air laut, maka La Nina adalah turunnya suhu permukaan air laut di Samudera Pasifik.

Dampaknya, jika El Nino menyebabkan panas (kemarau), maka La Nina menyebabkan hujan di sejumlah wilayah di Pasifik seperti Indonesia, Malaysia, dan Australia.

Oleh karena itu, langkah ini merupakan antisipasi atas melonjakknya kebutuhan pupuk bersubsidi selama terjadinya fenomena La Nina yang diwarnai dengan hujan (walaupun di tengah musim kemarau). Hal ini mengingat sebagian besar sawah di Indonesia merupakan sawah tadah hujan.

Pupuk Indonesia tambah Aas mendukung program perluasan lahan sawah oleh Kementerian Pertanian, melalui penyediaan pupuk bersubsidi.

Strateginya adalah dengan mengamankan stok di gudang lini III, meningkatkan jangkauan distribusi hingga ke daerah terpencil, hingga layanan call center bagi pelanggan.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait, khususnya untuk menghitung kebutuhan pupuk, sehingga distribusi pupuk bersubsidi memenuhi kaidah 6 tepat, yaitu tepat waktu, jenis, lokasi, jumlah, mutu, dan harga,” jelas Aas.

Selain itu, (Persero) juga berupaya meningkatkan kehandalan dan efisiensi pabrik, serta merevitalisasi sejumlah pabrik yang sudah tidak lagi efisien. Dengan demikian, proses produksi akan menjadi lebih baik dan lancar.(hud)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO