Pertemuan di Balai Desa, PT MHI Dicecar Warga Watudakon Soal Underpass Tol Joker

Pertemuan di Balai Desa, PT MHI Dicecar Warga Watudakon Soal Underpass Tol Joker Suasana pertemuan antara puluhan warga Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben dengan perwakilan PT MHI. foto: ROMZA/ BANGSAONLINE

Meski dicecar banyak tuntutan oleh warga, Humas PT MHI, Budi Dwi Saputro, tak bisa merubah keputusan Kementerian PU. “Ternyata permohonan warga tidak bisa dipenuhi karena Kementerian PU tetap menginginkan Overpass harus dibangun dengan penambahan box di sebelahnya,” kata Budi ditemui usai pertemuan.

Terkait kemungkinan permohonan kembali yang diajukan warga, ia hanya menyatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian PU. ”Kalau masalah gorong-gorong untuk irigasi ini merupakan aspirasi warga, akan segera kami koordinaasikan untuk dibangun irigasi-irigasi kecil. Tapi kami yakin desain yang dibuat sudah memikirkan kebutuhan saluran irigasi yang diinginkan warga,” tandasnya.

Meski masih banyak persoalan, Budi mengaku optimis pembangunan tol tersebut bisa selesai sesuai targetnya yakni awal tahun 2017. “Semoga penyelesaian pembangunan tol awal 2017 sudah bisa tuntas,” pungkasnya.

Dalam pertemuan itu, ratusan aparat kepolisian dari berbagai satuan diterjunkan untuk pengamanan. Tak pelak, berbagai mobil aparat berderet di sepanjang jalan sekitar balai Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben.

Untuk diketahui, secara keseluruhan proyek tol ini membentang dari Mojokerto hingga Kertosono sepanjang 40,5 kilometer. Ruas tol terpanjang di Jatim ini dibangun sejak bulan Juli 2010 oleh PT MHI selaku pemegang hak konsesi. Sedangkan tol Joker seksi II yang digarap PT Marga Harjaya Infrastruktur (MHI) itu membentang dari Desa Tamping Mojo Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang hingga Desa Pagerluyung Kecamatan Gedek Kabupaten Mojokerto sepanjang 19,9 kilometer. (rom/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO