Suasana rapat paripurna di DPRD Gresik. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - DPRD Gresik menggelar rapat paripurna dengan agenda pembacaan nota keuangan RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) tahun 2017, di ruang paripurna, Senin (7/11).
Dalam nota RAPBD 2017 yang dibacakan Wabup, Moh. Qosim, diketahui kekuatan APBD Gresik tahun 2017 ditargetkan tembus hingga Rp 3,050 triliun.
BACA JUGA:
- Lampu Merah dari KPK: Ketua Komisi II DPRD Gresik Sebut Pokir Baru Bisa Jalan Lewat APBD-P
- Wakil Ketua DPRD Gresik Sebut RAPBD 2026 Diproyeksikan Rp3,3 T, Belanja Rp3,4 Triliun
- DPRD Gresik Antisipasi Pemangkasan Dana Transfer Rp539 Miliar di APBD 2026
- DPRD Gresik Dorong OPD Maksimalkan Serapan APBD 2025
Anggaran sebesar itu bersumber dari beberapa sektor pendapatan. Di antaranya, PAD (pendapatan asli daerah) yang ditargetkan mencapai Rp 944 miliar lebih yang bersumber dari retribusi daerah Rp 165 miliar lebih, pajak daerah Rp 549 miliar lebih, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 11 miliar lebih, dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah Rp 216 miliar lebih.
Kemudian, dari dana perimbangan sebesar Rp 1,515 triliun, rinciannya dari dana transfer umum Rp 1,131 triliun lebih dan dana transfer khusus Rp 383 miliar lebih.
Selain itu, bersumber dari lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 590 miliar lebih, rinciannya dana bagi hasil pajak dari provinsi dan pemerintah daerah lain sebesar Rp 214 miliar lebih dan dana penyesuaian, dan otonomi khusus Rp 351 miliar lebih dan bantuan keuangan provinsi Rp 25 miliar lebih.
Wabup menyatakan, anggaran sebesar itu untuk mendanai kebutuhan pemerintah selama tahun 2017. Di antaranya belanja langsung seperti belanja pegawai, hibah, transfer, bantuan sosial, bagi hasil, bantuan keuangan pemerintahan desa, dan belanja tidak terduga. Kemudian, untuk belanja tidak langsung seperti belanja pegawai, dan belanja modal.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




