Mulyadi P Tamsir. foto: beritasatu
"Jadi ini murni gerakan moral kita sebagai umat islam yang merasa tersinggung dengan penistaan agama. Oleh karena itu, termasuk kalau ada isu-isu misalnya tadi kita dengar ada sekjen PB HMI terima sejumlah dana dalam aksi. Jadi dengan adanya ini harus dikonfirmasi karena ini lah sekarang yang resmi mewakili keluarga HMI. Jadi tidak ada isu yang lain," katanya.
Ditambahkannya, PB HMI juga sedang melacak pihak yang mengatasnamakan Forum Silaturahmi Alumni HMI Lintas Generasi. Doli mengklaim telah mengantongi informasi soal siapa pihak yang mengaku sebagai forum alumni HMI itu.
Hasilnya, lanjut Doli, Forum Silaturahmi Alumni HMI Lintas Generasi itu ternyata bagian dari kelompok pendukung Ahok.
"Dan mengenai siapa itu yang mengaku atas nama lintas generasi itu kami sedang mencari. Informasi awal sudah kita dapatkan bahwa yang bersangkutan itu juga adalah bagian dari kelompok pendukung Ahok. Tapi kita mau terus validasi sehingga sebetulnya ini adalah pemecah belahan HMI dan umat. Jadi itu dengan adanya organ ini hal-hal seperti itu bisa terbantahkan," pungkasnya.
Di sisi lain, Pengamat politik dan intelijen Boni Hargens mengatakan aktor politik di balik peristiwa 4 November lalu adalah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab 2 hari sebelum peristiwa itu SBY menggelar konferensi pers di Cikeas menanggapi aksi demo.
"Gerakan ini diawali dengan konferensi pers politik oleh Ketua Umum Partai Demokrasi Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas pada tanggal 2 November 2016. Substansi konferensi pers memperlihatkan kepanikan dan kemarahan SBY terhadap Ahok dan pemerintahan Jokowi," kata Boni di Jakarta, Jumat (11/11).
Dalam konteks ini, Boni mengatakan secara logika normal menarik kesimpulan bahwa SBY adalah aktor politik di balik gerakan ini.
"Apalagi, konferensi pers Cikeas pada tanggal 2 November jelas bukan sebuah upaya koreksi terhadap pemerintahan tetapi sebuah gerakan kekuasaan untuk kepentingan Pilkada DKI Jakarta. Mengingat putra SBY, Agus Yudhoyono, juga ikut bertarung. Kalau saja Agus tidak ikut dalam pertarungan, publik bisa menghargai niat baik SBY dalam konferensi pers itu," terang Boni. (mer/tic/kcm/lan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




