“Kemarin ada dua rumah yang terkena luberan lumpur yakni milik pak Purnomo dan Bu Lasira. Jadi kalau ada peristiwa serupa ada 50 rumah warga terancam,” papar Wartomo.
Banjir yang terjadi Kamis, lanjut Wartomo, juga mengakibatkan rusaknya saluran air bersih warga. “Saluran air bersih tertimbun. Solusi sementara diambilkan dari dusun lain untuk memenuhi kebutuhan mandi cuci kakus (MCK) dan memasak warga. Saat ini warga saya minta untuk tetap waspada terutama ketika turun hujan lebat,” ujarnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, Nur Huda menambahkan, selain bahaya banjir, warga Dusun Pengajaran Desa Galengdowo juga diminta mewaspadai kemungkinan longsornya tebing Jurang Singo lereng Gunung Anjasmoro di lokasi setempat.
“Puncak musim penghujan diperkirakan pada bulan Januari tahun depan. Warga kami minta tetap waspada termasuk kemungkinan longsor. Sebab terdapat retakan di dua titik tebing Jurang Singo,” ungkap Huda.
Huda menambahkan, untuk warga yang rumahnya berdekatan dengan di tanah miring, sebisa mungkin menanam tanaman tegakan selain tanaman produktif. “Tujuannya ya itu memperkuat tanah. Kami tahu tanaman produktif untuk sehari-hari warga. Namun tidak kalah penting juga menanam tanaman tegakan untuk memperkuat tanah,” pungkasnya. (rom/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




