Pendiri RGS, H. M. Khozin Ma'sum
(H. M. Khozin Ma'sum saat pertemuan dengan Dubes AS)
Pada kesempatan ini, ia juga mengingatkan agar tidak ada intervensi soal lokasi Smelter. "Yang terpenting smelter jadi dibangun di Gresik. Tidak ada masalah lokasinya, baik di lokasi kawasan industri PT.Petrokimia Gresik, JIIPE (java integrated industrial poarts and estate) atau tempat lain. Untuk itu, saya berharap jangan ada interversi lokasi karena proyek smelter demi kepentingan hajat hidup masyarakat Gresik ke depan secara luas," pintanya.
Lebih jauh Khozin menjelaskan, apabila terwujud, smelter tersebut akan banyak membawa manfaat bagi masyarakat, pemerintah maupun perusahaan di Kabupaten Gresik.
Untuk manfaat bagi pemerintah di antaranya, smelter tersebut akan berdampak pada PD (Pendapatan Daerah).
Sedangkan manfaat bagi masyarakat, perusahaan tersebut akan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru yang begitu banyak. "Sehingga dapat mengurangi angka pengangguran," terangnya.
Khozin menambahkan berdasarkan data yang pernah dipaparkan oleh pihak proyek dan pemerintah, smelter mampu menciptakan lowongan pekerjaan minimal 10.000 orang hingga 30.000 orang. "Sehingga, jumlah pengangguran di Gresik yang masih ratusan ribu itu bisa dikurangi, "katanya.
Selain bermanfaat bagi masyarakat, Smelter juga besar manfaatnya bagi perusahaan yang membutuhkan bahan-bahan dari Freeport. Sebagai contoh, BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Petrokimia Gresik dan PT. Smelting.
Perusahaan pemroduksi pupuk ini membutuhkan sampah yang dibuang oleh Smelter Freeport Indonesia yang akan bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk dan fosphoric acid (asam fosfat). “Sampah yang dihasilkan dari smelter hampir 75 persen sangat dibutuhkan sebagai bahan baku pabrik pupuk,” pungkas Khozin. (m.syuhud almanfaluty/adv)

(H. M. Khozin Ma'sum saat menemui pengusaha Arab Saudi)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




