Proyek box culvert di jalan Panglima Sudirman, salah satu proyek yang dikerjakan di tahun APBD 2016. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
"Ya benar, anggaran-anggaran di APBD 2017 banyak yang didrop dan dikepras untuk bayar tunggakan di APBD 2016," ungkap Ruli.
Ruli lebih jauh menjelaskan, saat sejumlah rekanan menghadap Bupati, didapatkan informasi kalau saat ini kas di BPPKAD (Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) terdapat uang standby sebesar Rp 100 miliar. Uang itu bisa dicairkan untuk menutup tunggakan proyek di APBD 2016, asalkan harus memenuhi persyaratan, di antaranya, ada telaah dari Bagian Hukum.
"Pak Bupati pada waktu itu langsung memanggil Muktar (Kabid Pendapatan BPPKAD) untuk mempertanyakan kondisi keuangan," jelasnya.
"Pak Bupati juga memerintahkan Muktar untuk mengantar para rekanan ke Bagian Hukum," sambungnya.
Dijelaskan Ruli, para rekanan yang proyeknya belum terbayar dijanjikan akan dilunasi pada bulan minggu pertama bulan Maret 2017. "Makanya, para rekanan menunggu dan berharap pembayaran dilakukan minggu pertama bulan Maret," tegasnya.
"Tagihan rekanan yang belum terbayar mulai 1 miliar rupiah, bahkan puluhan miliar rupiah. Tagihan saya sendiri masih 2 miliar rupiha belum terbayar," pungkasnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




