Polisi Larang Warga Mainkan Dem Jedem
PAMEKASAN (bangsaonline) - Banyaknya warga Pamekasan yang memainkan dem jedem (meriam Madura, mainan yang mengeluarkan suara keras menyerupai mercon), khususnya di pusat-pusat keramaian, membuat Kapolres Pamekasan AKBP Nanang Chadarusman mengambil sikap tegas.
BACA JUGA:
- Dihadiri Mendikdasmen, Puluhan Siswa Pingsan Saat Senam Anak Indonesia Sehat di Pamekasan
- Dugaan Penipuan Umrah di Pamekasan Memanas, Korban Kini Digugat Balik Agensi
- Bupati Pamekasan Tiga Kali Tinjau SGMRP Demi Sukseskan Puncak Hardiknas Jatim 2026
- Jelang Iduladha, PLN ULP Pamekasan Perkuat Jaringan demi Cegah Gangguan Listrik
Sejak sebelum bulan puasa, kata AKBP Nanang, pihaknya telah menyosialisasikan di berbagai media, agar warga tidak bermain dem jedem. "Bunyi yang dikeluarkan mainan tradisional ini sangat mengganggu ketenangan warga lain," kata dia. “Termasuk sosialisasi di Radio. Kita himbau suapaya masyarakat tidak bermain dem jedem,”tambah dia.
Selain itu, pihaknya akan melakukan giat patroli di sejumlah titik khususnya di dalam kota untuk meminamilisar penggunaan dem jedem itu.”Kami juga aktif melakukan patroli untuk meminimalisir adanya dem jedem itu,” tuturnya.
Apabila ditemukan warga yang masih memainkan dem jedem, maka aparat kepolisian dari Polres Pamekasan akan melakukan penyitaan.
Memang, di bulan Ramadan ini, dem jedem mulai marak di Pamekasan. Tidak hanya di wilayah perkotaan, tetapi sudah menyebar ke berbagai wilayah lainnya.
Dem Jedem sendiri adalah sebuah meriam tradisional, di mana untuk menimbulkan ledakan, menggunakan spiritus sebagai 'bahan bakar' lalu dipantik dengan alat pematik dari korek api.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




