Sementara Agus Rahman, usai melaunching RPP, mengungkapkan bahwa penamaan Kendhalisada terinspirasi tokoh pewayangan bernama Hanoman. Tokoh Hanoman merupakan jelmaan kera sakti, yang mengendalikan negeri di atas angin, sehingga sesuai dengan filosofi kabupaten Nganjuk sebagai kota angin.
Agus mengatakan, terwujudnya RPP ini merupakan bentuk keseriusan KPUD Nganjuk dalam melaksanakan tugas dan program dari KPU RI. Didirikannya RPP ini untuk memberdayakan masyarakat agar sadar memilih pada pilkada serentak 2018.
“Saya selaku komisioner siap mensukseskan program dengan meningkatkan jiwa pilih di Kabupaten Nganjuk,” kata Agus.
Menurutnya, RPP ini nantinya akan masuk ke sekolah-sekolah sebagai sarana edukasi bagi pemilih pemula agar mereka lebih paham mekanisme dan tata cara menggunakan hak suaranya saat pilkada.
Sementara berdasarkan data yang dihimpun, tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Nganjuk pada Pilkada 2012 sebanyak 63,1 persen pemilih, Pilgub 2013 sebanyak 54,6 persen pemilih, dan Pilpres 2014 sebanyak 70,3 persen pemilih. Diperkirakan ada sekitar 30 persen pemilih yang dinyatakan tidak sah atau tidak hadir, dan RPP Kendhalisada diharapkan bisa memberikan pemahaman agar jumlah dari 30 persen tersebut bisa berkurang. (bam/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




