Para petani kentang dan sayuran saat dialog dengan Komisi II DPRD Pasuruan.
Trubus yang menjabat sebagai Ketua Gapoktan Sembada Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari tersebut berharap, masalah itu bisa segera ditangani oleh Dinas terkait dengan cara menambah kuota pupuk untuk wilayah Tosari. "Setidaknya, petani setempat mendapat pasokan hingga 1.500 ton," ujarnya.
Sementara Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi mengungkapkan perlunya melakukan evaluasi terhada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) terhadap pupuk bersubsidi.
"Sebab, RDKK itu memang menjadi data vital untuk kebutuhan petani di tahun berikutnya. Makanya perlu dievaluasi agar tidak sampai terjadi kelangkaan pupuk," urainya.
"Penambahan memang bisa dilakukan melalui pembuatan berita acara. Namun, penambahan melalui pembuatan berita acara itu dapat dilakukan dalam kondisi emergency dengan dengan melibatkan semua pemangku kebijakan".
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, Ihwan menyayangkan langkah pihak kelompok tani yang mendatangi kantor dewan.
"Perlu diketahui, yang punya wewenang soal itu adalah Dinas Pertanian karena yang melakukan tanda tangan distributor adalah Dinas Pertanian. Untuk diketahui, bahwa penyaluran pupuk tersebut sejatinya tidak dilakukan asal-asalan, karena mengacu pada RDKK. Jika ada kekurangan, pihak petani bisa melakukan pengajuan tambahan. Sehingga, tidak akan terjadi kelangkaan," tandasnya. (bib/par/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




