Sosialisasi pengurangan risiko bencana. foto: GUNAWAN WIHANDONO/ BANGSAONLINE
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menilai kemampuan tanggap bencana masyarakat Tuban masih kurang.
Hal ini disampaikan Ketua BPBD Tuban Joko Ludiyono saat sosialisasi pengurangan risiko bencana di Gedung Korpri, komplek Pendopo Krido Manunggal, Senin (17/4).
BACA JUGA:
- Satu dari Dua Nelayan asal Tambakboyo Tuban yang Hilang Selama 4 Hari Ditemukan Meninggal
- 7 Desa di Kecamatan Rengel Tuban Terendam Banjir Luapan Bengawan Solo, Warga Enggan Dievakuasi
- Risiko Bencana Tinggi, BPBD Tuban Siap Tambah 6 Destana
- Respons Bencana Banjir Bandang dan Puting Beliung, Ketua DPRD Tuban Ajak Cari Solusi Bersama
Joko, sapaan akrabnya, menyampaikan pengetahuan tanggap bencana masyarakat di lokasi rawan bencana sangat minim. Mayoritas mereka belum mengetahui bahaya yang terjadi di kawasan tempat tinggalnya.
"Dengan sosialisasi ini masyarakat dapat mengetahui secara dini terkait bahaya di sekitaran tempat tinggalnya," terang Joko.
Sementara itu, Komandan Kodim 0811 Tuban, Letkol Ifnt Sarwo Supriyo menjelaskan, pihaknya terus bersinergi dengan pihak-pihak terkait dalam penanggulangan bencana.
"Selama ini kita selalu berperan aktif dalam setiap terjadinya bencana," ungkapnya.
Menurut Dandim, BPBD merupakan sebuah wadah untuk bersama-sama terintegrasi dalam pelayanan penanggulangan bencana.
"Paradigma masyarakat kita rubah, TNI tidak selalu berada di bawah komando BPBD yang menjadi wadah," pungkasnya. (gun/wan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




