Direktur eksekutif LSIN, Yasin Mohammad memaparkan hasil survei.
Simulasi (Semi Terbuka) Akseptabilitas (dianggap layak sebagai Wakil Bupati) Kholil Asyari 31%, Khalilurrahman sebesar 26%, berikutnya Badruttamam 18%, Halili Yasin sebesar 12%, dan Ahmad Baidowi 4%.
Simulasi (Semi Terbuka) Elektabilitas (jika pilkada dilaksankan hari ini) Kholilurrahman paling tinggi sebesar 38%, berikutnya Badruttamam 32%, Khalil Asyari sebesar 14%, dan Halili Yasin 5%.
Simulasi (Semi Terbuka) Elektabilitas Paslon 2018 (Pilkada 2018) Kholilurrahman-Khalil Asyari paling tinggi sebesar 55%, berikutnya Badruttamam-Khalilurrahman 26%, Badruttamam - Khalil Asyari sebesar 13%, dan Badruttamam-Halili Yasin 3%, Kholilurrahman -Halili Yasin 3%.
Merujuk pada hasil survei tersebut Yasin Mohammad, Direktur Eksekutif LSIN mengatakan bahwa sosok Kholilurahman adalah calon paling kuat elektabilitasnya. Tingginya popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas Kholilurrahman sangat tinggi bahkan simulasi dengan siapapun pasangan Khalilurrahman tetap tertinggi perolehan elektabilitasnya.
Badruttamam memliki popularitas akseptabilitas dan elektabilitas tertinggi kedua membuntuti Kholilurrahman. Sebagai new comer kandidat Cabup, Badruttamam memiliki popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas besar dengan berada di bawah Kholilurrahman. Badruttamam mengungguli tokoh lain seperti Kholil Asyari, Halili Yasin, Taufadi, Ahmad Baidowi, dan tokoh lainnya.
Sementara pasangan Cabup-Cawabup yang paling dikehendaki masyarakat Pamekasan adalah Kholilurrahman-Khalil Asyari, dukungan terhadap keduanya untuk berpasangan sangat tinggi hingga mencapai 55%. Sementara Khalil Asyari memiliki akseptabilitas tertinggi sebagai Wakil Bupati yaitu sebesar 31%.
Dari aspek perilaku pemilih, pemimpin yang dikehendaki adalah figur atau sosok yang jujur, adil dan merakyat. Pertimbangan pemilih juga mengarah kepada sosok atau figur dan yang tidak kalah penting adalah rekom kyai atau ulama. Praktik politik uang tidak terlalu signifikan hanya sekitar 4% di Pamekasan.
Survei LSIN ini mengambil sampel sepenuhnya secara acak (probability sampling), menggunakan metoda penarikan sampel acak bertingkat (multistage random sampling), dengan memperhatikan urban/rural dan proporsi antara jumlah sampel dengan jumlah penduduk di setiap Kecamatan.
Responden adalah penduduk Pamekasan yang berumur minimal 17 tahun, Tingkat kepercayaan survei ini adalah 95% dengan Margin of error sebesar ± 4%. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka langsung dengan panduan kuesioner oleh surveyor yang tersebar di masing-masing kecamatan. (err)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




